Showing posts with label Khazanah. Show all posts
Showing posts with label Khazanah. Show all posts

7 Macam Seni Lagu Dalam Membaca Al-Qur'an




Setiap umat muslim didunia pasti senang ketika mendengar lantunan ayat suci Al-qur`an terlebih lagi apabila ayat-ayat yang dilantunkan itu diiringi dengan irama yang disebut juga dengan melagukan Al-Aquran.


Melagukan Al-Qur`an dengan lantunan suara serta memanfaatkan keindahan raga nada akan menghasilkan suatu keindahan baccan yang merupakan kharateristik dari membaca Al-Qur`an itu sendiri. Lagu yang disuarakan dalam bacaan kitab suci Al-Quran harus tunduk dan sesuai serta mengikuti kaidah-kaidah tartil yang tertuang dalam disiplin ilmu tajwid serta makhrojul huruf yang benar. Lagu-lagu Al-Quran semakin berkembang dan terus berjalan selain sebagai cara ibadah dan juga da'wah dan syi'ar. Dengan lantunan keindahan bacaan Al-qur'an yang dilantunkan akan mampu menggetarkan kerasnya hati siapapun yang mendengarkannya.



Adapun bebtuk-bentuk lagu dalam melantunkan lagu dalam membaca Al-quran terdiri diatas 7 maqamat, berikut penjelasannya:

Amalan Sunnah di Hari Raya 'Id

Hari raya `Id adalah hari yang tidak asing bagi kaum muslimin. Hari yang penuh suka cita, di mana kaum muslimin dibolehkan kembali makan dan minum di siang hari setelah berpuasa satu bulan penuh berpuasa dan bersenang-senang.

Oleh karena itu, ada baiknya kita mengetahui sunnah-sunnah saja yang mesti kita lakukan ketika berhari raya, agar hari raya menjadi bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Jumlah Huruf Dalam Al-Qur'an


Rasulullah SAW pernah mengajarkan :“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al- Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi 

Subhanallah. Dan berapakah jumlah huruf yg ada dalam AlQur'an?

Al-Imam asy-Syaafi’i dalam kitab Majmu al Ulum wa Mathla'u an Nujum dan dikutip oleh Imam Ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur ’an diurut sesuai dengan banyaknya:

Kemuliaan Kalimat Thayyibah

Kalimat Thayyibah adalah rangkaian kata-kata dari Allah swt. beserta Rasulnya Muhammad saw. yang indah dalam susunannya dan dahsyat dalam mukjizatnya. Kalimat ini mudah diucapkan, enak didengar dan tidak terlalu sulit untuk diingat bahkan bisa dihafal dengat sekali mendengarnya. Kalimat Thayyibah cepat terserap dan menyatu dalam jiwa. Kalimat ini dapat menggetarkan hati dan menghadirkan kedamaian. Kalimatnya yang pendek tetapi keluasan isinya yang tak terhingga. Bahkan bumi bun tak sanggup untuk menampungnya. Kalimat ini memiliki kemuliaan sehingga orang-orang yang membacabta akab mendapat beribu-ribu kemuliaan. Ketika kalimat itu diucapkan oleh lisan yang suci, ia akan didengar oleh seluruh malaikat, lalu merekapun mengaminkannya. Ketika kalimat itu keluar dari hati yang ikhlas, ia akan langsung melesat menembusi langit ketujuh dan didengar oleh Allah. Allah berfirman:

مَن كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّـهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ ۚ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُولَـٰئِكَ هُوَ يَبُورُ ﴿١٠

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS. Al-Fatir :10)

Allah telah membuatkan perumpamaan bahwa kalimat thayyibah itu ibaratkan pohon yang kokoh, yang memberikan kehidupan sepanjang waktu dan setiap saat. Allah Berfirman:

 أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّـهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ ﴿٢٤﴾تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّـهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ﴿٢٥

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (QS. Ibrahim : 24-25)

Kalimat Thayyibah didalam Al-Qur’an diibaratkan seperti pohon yang indah, yang akarnya itu menancap ketanah dan menjalar merata kesekeliling sehingga ia menjadi kokoh, cabang dan dahannya menjulang tinggi keatas dan buahnya menjadi bahan pokok sepanjang tahun. Siapapun akan sangat membutuhkan pohon tersebut untuk bekal hidup dan mempertahankan hidup. Kalau fisik kita butuh makanan, maka pohon itulah yang menghasilkan makanan untuk fisik kita. Akan tetapi kalau rohani kita perlu makanan, maka kalimat Thayyibahlah yang menjadi menu makanan bagi rohani kita dan iapun akan memberikan kedamaian dan ketentraman bagi rohani kita. Maka, dengan demikian seorang insan akan memperoleh kemuliaan dan kejernihan hati yang diiringi dengan kesejahteraan dan ketentraman dalam hidupnya.

Wallahu 'Alam bis Shawab.

Belajar Mengubah Nasib Dari Kaum Muhajirin


Mari kita mencontohi umat islam di zaman Rasulullah. Ambillah pelajaran dari sejarah kehidupan kaum Muhajrin yang pindah dari Makkah ke Madinah. Kaum Muhajirin adalah kaum pendatang dari daerah lain. Mereka meninggalkan Makkah dan darang ke Madinah tanpa membawa apa-apa, tidak punya harta benda, dan tidak punya modal. Mereka dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan penduduk Madinah yang disebut dengan kaum Anshar dengan ikatan islam. Kaum anshar sangat menaruh belas kasih, suka memberi dan tidak pernah berhitung-hitung harta seletah membantu saudara-saudaranya yang datang dari Makkah. Kepedulian kaum Anshar tersebut benar-benar dirasakan oleh kaum Muhajirin, dan Allah-lah yang menjadi saksinya. Allah swt. Berfirman :

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr : 9)

Sekiranya kaum Muhajirin meminta harta, tentu kaum Anshar akan dengan senang hati memberinya, dan mereka tidak susah payah bekerja dan bisa hidup senang. Kepedulian kaum Anshar meliputi berbagai aspek dan keperluan hidup. Akan tetapi kaum muhajirin tidak mau menerima bigitu saja tanpa bekerja, mereka tidak mau menadahkan tangan. Mereka meresa hina kalau hidup menggantung atas belas kasih orang lain, apalagi untuk memperkaya diri. Bahka ada diantara mereka dengan halus menolak pemberian kaum Anshar. Mereka hanya meminta tolong kepada kaum Anshar kiranya mau menunjukkan dimana pasar tempat bertemunya pedagang dan pembeli. Setelah tahu dimana pasar itu berada, kaum muhajirinpun terlibat dengan kegiatan yang terjadi didalam pasar tersebut. Dari situlah mereka mulai mengubah nasibnya sedikit demi sedikit. Yang tadinya memberikan pertolongan, selanjutnya menjadi orang yang memberikan pertolongan. Yang tadinya diberi Zakat, kemudian berubah menjadi orang yang membagi-bagikan zakat dan memberi kepada saudara-saudaranya yang lain.

Diceritakan bahwa, sahabat Rasulullah Abdurrahman bin Auf yang datang dari Makkah bersama para sahabat. Seorang sahabat bernama Sa’ad bin Rabi’ (sahabat dari kaum Anshar) rela menyerahkan separuh hartanya kepada Abdurrahman bin Auf. Tetapi beliau menolak tawarannya itu kepada Sa’ad bin Rabi’ seraya berkata: Saudaraku, tunjukkan saja kepadaku dimana pasar? Maka berangkatlah Abdurrahman bin Auf ke pasar. Disana dia melakukan apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang ada di pasar. Ia tidak mempenyai modal, tetapi dia bisa mempertemukan anata penjual dengan pembeli, dan dari situ dia mendapatkan penghasilan. Kemudian ia bisa mengubah nasibnya menjadi seorang pedangang, hingga akhirnya menjadi seorang pengusaha yang sukses.



Wallahu ‘Alam.

Peristiwa-Peristiwa Penting Di Bulan Ramadhan


1. Turunnya Al-Qur’an Al-Karim
Al-Quran merupakan mukjizat Nabi Muhammad saw. yang paling besar yang akan terus terjaga hingga hari kiamat. Keberkahannya tak akan pernah terputus. Al-Qur'an adalah sebuah kitab suci yang akan selalu membimbing umat manusia untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan Sedangkan wahyu pertama yang diturunkan adalah surat Al-'Alaq ayat 1-5.

2. Perang Badar Kubra
Inilah perrang pertama dalam sejarah islam. Terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 3 H, perang ini disebut juga dengan yaumul furqan atau hari pemisah antara hak dan bathil. 313 kaum muslimin dengan persenjataan apa adanya, berhadapan dengan kaum musyrikin yang memiliki persenjataan lengkap, termasuk 900 onta dan 100 ekor kuda. Atas izin Allah kaum muslimin menang gemilang.

3. Perang Tabuk
Kaum muslimum berperang melawan pasuka Romawi yang terjadi pada 9 H. Latang belakang terjadinya perang ini adalah karena terbunuhnya duta Rasulullah saw, Harist bin Umair, ketika Harist membawa surat Rasulullah untuk penguasa Bashrah. Perang tabuk terjadi saat muslim paceklik, sehingga sebagian kaum muslimin harus menghadapi tarikan dunia yang sangat berat. Akan tetapi kedatangan umat islam di Tabuk masih tetap memunculkan kekuatan yang luar biasa dikalangan pasukan Romawi. Sehingga merekapun lari berpencar dan tidak berani melakukan perlawanan terhadap kaum muslimim.

4. Wafatnya Khalid bin Walib Ra
Khalid bin Walid, yang digelari Rasulullah dengan Saifullah Maslul (pedang Allah yang terhunus) masuk Islam pada tahun 8 H, setelah peristiwa Hudaibiyah. Perang pertama yang diikuti oleh Khalid adalah perang Mu’tah. Dalam perang ini, Khalid mengambil panji Islam setelah tiga paglima sebelumnya, Zaid, Ja’far dan Abdullah bin Rawahah gugur syahid. Akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin. Khalid wafat dizaman Khalifah Umar bin Khattab, 18 Ramadhan 21 H. Jenazahnya dishalatkan oleh Umar Ra.

5. Wafatnya saidina Ali Ra.
Ali bin Abi Thalib, keponakan Rasulullah, anak dari paman Rasulullah. Beliau masuk Islam pada saat berusia 7 tahun dan terlibat dalam berbagai perang besar di awal-awal sejarah Islam. Ali termasuk dalam 10 sahabat yang dijamin masuk surga. Beliau menemui syahidnya pada usia 58 tahun oleh tikaman Abdurrahman bin Muljam, pada hari jum’at, 17 Ramadhan. Jenazahnya dimandikan oleh anaknya Hasan dan Husein, serta Abdullah bin Ja’far.

6. Penaklukan Andalusia
Terjadi di bulan Ramadhan tahun 91 H. Dalam sejarah disebutkan, inilah saat pertama pasukan islam memasuki Andalus, dipimpin oleh Tharif Birbiri yang melanjutkan perjuangan Al fatih Musa bin Nushair. Dalam penaklukan Andalus ini juga dikenal pahlawan islam bernama Thariq bin Ziyad . Thariq memeperkuat kekuasaan Islam di Andalis pada tahun 92 H, yang juga terjadi pada bulan Ramadhan.

7. Kelahiran tokoh Islam, Ibnu Khaldun
Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Muhammad bin Khalsun, lahir pada 2 Ramadhan 732 H. Karya ibnu Khaldun yang paling monumental adalah kita Muqaddimah. Ibnu Khalsun juga mendapat julukan sebagai pendiri ilmu sosiologi yang diakui oleh para ilmuan di seluruh dunia.

Inilah Alasan Mengapa Al-Qur'an tidak Dibukukan Pada Masa Rasulullah

Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an juga merupakan salah satu mukjizat Rasulullah saw. untuk menjawab segala tantangan dan membuktikan kebenaran agama Islam.

Pada awal periode islam Al-Qur’an hanya ditulis diatas pelepah kurma, tulang, dsb. Oleh karena itu mushaf tersebut tidak tersususn seperti saat ini sehingga sangat sulit untuk dapat mengatahui kumpulan ayat-ayat Al-Qur’an.

Namun pada masa Rasulullah banyak sahabat yang menghafal ayat ayat dari Al-Qur’an sehingga kesucian dan kemurniannya tetap terjaga.

Sekarang Al-Qur’an telah dijadikan dalam bentuk mushaf sehingga dapat memudahkan umat islam untuk mencari ayat-ayat Al-Qur’an. Lalu mengapa Al-Qur’an pada masa Nabi Muhammad saw. tidak dijadikan dalam bentuk mushaf? Berikut penjelasannya.

1. Al-Quran dituruan kan berangsung-angsur
Salah satu alasan mengapa rasulullah tidak membukukan Al-Qur’an ialah karena Allah menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. 

Dalam satu surat saja bisa terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Bisa jadi ayat yang letaknya pada akhir namun Allah turunnya sejak awal. Seperti surat yang pertama diturunkan kepada Rasulullah yaitu surat Al-Alaq. Ternyata surat ini bukan menjadi surat yang pertama dalam Al-Quran.

2. Banyaknya Sabahat yang Menghafal Al-Qur’an
Pada masa itu juga banyak sabahat yang lebih mengandalkan hafalan daripada menulis. Ini karena daya ingat para sahabat sangat kuat sehingga tidak perlu adanya Al-Qur’an dalam bentuk mushaf. Akan tetapi cukup dengan hafalannya saja.

Karena Al-Qur’an masih dalam sistem hafalan, maka para sahabat yang menghafalkan Al-Qur’an juga menulis ayat-ayat tersebut dalam pelepah kurma.

3.Tidak ada Perintah dari Rasulullah untuk Membukukannya
Alasan yang terakhir mengapa Al-Qur’an tidak dijadikan mushaf ialah karena tidak adanya perintah dari Rasul kepada sahabat pada waktu itu. Jangankan dalam bentuk ucapan, dalam bentuk isyarat pun juga tidak ada.

Pada masa kehalifahan Usmab bin Affan, barulah Al-Qur’an dibukukan dan dijadikan dalam bentuk mushaf. Sehingga jadilah Al-Qur’an seperti yang kita baca saat ini.

Itulah beberapa alasanyan mengapa Al-Qur’an tidak dijadikan dalam bentuk mushaf pada zaman Rasulullah.

Semoga tulisan diatas dapat menambah wawasan kita dan bermanfaat bagi kita semua.

Wallahu ‘Alam.









Sabar Adalah Kunci Kemenangan

Sabar merupakan hal yang mudah diucapkan namun terlalu sulit untuk dilakukan. Banyak orang berkata demikian mengapa? Salah satu sebabnya ialah belum bisa mengontrol emosi. Mungkin kita pun juga merasakan demikian.

Memang hampir semua orang sulit untuk bersabar karena sabar itu adalah suatu hal yang pahit, akan tetapi dengan merasakan kepahitan maka kita akan memeproleh kesuksesan, namun sebaliknya barang siapa yang tidak mau bersabar maka ia akan jatuh dalam jurang kegagalan.

Jadi, ketika kita merasa diri masih dalam keadaan gagal maka salah satu penyebabnya ialah kurangnya rasa sabar dalam melakukan sesuatu tindakan. Jika kita tak mampu bersabar dalam menghadapi ketentuan Allah, maka jangan salahkan siapapun ketika jatuh dalam kegagalan. 

Oleh sebab itu, manghadapi segala ujian dan cobaab yang datang dari Allah perlulah bersabar. Yakinlah bahwa dalam setiap tantangan itu akan memperoleh hikmah. Dengan bersikap sabar, insya Allah, Allah akan memberikan kemudahan kepada kita. Sehingga, kita akan memperoleh kesuksesan dan kemenangan di dunia dan diakhirat nanti. 

Sebagai mana kata pepatah:

مَنْ صَبـَرَ ظَفِرَ 

Barangsiapa yang bersabar pasti ia akan beruntung.

Maka biasakanlah diri kita dengan bersabar sedikit-demi sedikit karena sesuatu yang besar itu harus dimuali dari yang kecil. Berdo’alah kepada Allah agar memberikan kepada kita kesabaran dalam berbagai ujian, tantangan, dan cobaan. Mudah mudahan kita menjadi orang yang ikhlas dan tabah dalam berbagai ketentuan-Nya.

Wallahu ‘alam

Ayat-Ayat Syifa' (Penyembuh) Di Dalam Al-Qur'an

Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat manusia khususnya bagi umat muslim yang memberitakan kabar gembira bagi orang yang beriman, dan khabar siska bagi orang yang ingkar. Namun jika ditinjau dari segi lain, ternyata Al-Qur’an juga dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Didalam sebuah kisah, Imam Abu Qasim Qushairi ra. berkata: “seorang di antara anakku jatuh sakit sehingga dia hampir meninggal. Di waktu itu aku bermimpi bertemu Rasulullah s.a.w. Baginda bersabda: “Mengapa kamu tidak ambil manfaat dari ayat-ayat syifa’? Mengapa kamu tidak mengamalkan ayat-ayat itu dan memohon (kepada Allah s.w.t.) untuk disembuhkan?”

Adapun ayat-ayat yang dapat memberikan kesembuhan dari segala macam penyakit itu dinamakan dengan ayat-ayat syifa’. Didalam Al-Qur’an terdapat 6 ayat syifa’, ayat tersebut yaitu :

وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman (At-Taubah : 14)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai Manusia, sesunguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Yunus : 57)

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. (An-Nahl : 69)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Al-Israa : 82)

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (Do’a Nabi Ibrahim dalam Surat Asy-Syu’raa’ :80)

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Dan katakanlah (wahai Muhammad ) bahwa (Qur’an) itu adalah petunjuk dan menyembuhkan bagi orang-orang yang beriman. (Fushshilat : 44)

Keistimewaan Merantau Bagi Para Penuntut Ilmu

Merantau adalah perginya seseorang dari tempat asal dimana ia ia tumbuh besar ke wilayah lain untuk menjalani kehidupan atau mencari pengalaman. Indonesia merupakan negeri yang penduduknya banyak perantauan, baik didalam Indonesia maupun keluar Indonesia. 

Merantau merupakan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang dari tempat asal dimana seseorang itu dilahirkan menuju ke wilayah atau neheri lain untuk memperoleh pengalaman. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk merantau (berhijrah) dari suatu tempat ketempat yang lain untuk mecari ilmu pengetahuan, sebagaimana sabdanya:

اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ

“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.”

Merantau banyak sekali manfaatnya selain memepeloha pendidikan, merantau juga dapat menambah wawasan kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Merantau ini ternyata memiliki keistimewaan sebagaimana dituturkan oleh Imam al-Syafi'i rahimahullah :

مَا فِي المُقَامِ لِذِيْ عَقْلٍ وَذِيْ أَدَبٍ#
          مِنْ رَاحَةٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب

سَافِرْ تَجِدْ عِوَضاً عَمَّنْ تُفَارِقُهُ#
          وَانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ

إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءَ يُفْسِدُهُ#
          إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ

وَالأُسْدُ لَوْلَا فِرَاقُ الأَرْضِ مَا افْتَرَسَتْ#
          وَالسَّهْمُ لَوْلَا فِرَاقُ القَوْسِ لَمْ يُصِبْ

وَالشَّمْسُ لَوْ وَقَفَتْ فِي الفُلْكِ دَائِمَةً#
          لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنَ عَرَبِ

وَالتُرْبُ كَالتُرْبِ مُلْقًى فِي أَمَاكِنِهِ#
          وَالعُوْدُ فِي أَرْضِهِ نَوْعٌ مِنْ الحَطَبِ

فَإِنْ تَغَرَّبَ هَذَا عَزَّ مَطْلُبُهُ#
          وَإِنْ تَغَرَّبَ ذَاكَ عَزَّ كَالذَّهَبِ



Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab # Maka tinggalkanlah kampung halaman dan merantaulah

Merantaulah kau akan mendapat ganti akan orang yang kau tinggalkan # Berusahalah, karena nikmat hidup ada dalam usaha

Sungguh, aku melihat air yang tidak mengalir pasti membusuk # Air menjadi baik jika mengalir, dan menjadi tidak baik jika tiada mengalir

Singa, jikalau tidak keluar dari sarangnya, tidak akan mendapat mangsa # Anak panah, kalau tidak melesat dari busurnya, tidak akan mengenai sasaran

Matahari, kalau nerada pada porosnya selamanya # Semua orang Arab ataupun Non Arab pasti akan merasa bosan

Timah akan menjadi tanah, kalau terus berada pada tempatnya # Kayu cendanya hanya menjadi kayu bakar, jika hanya menetap didalam tanah.





5 Macam Manusia Yang Akan Menjadi Incaran Huraisy pada Akhir Zaman

Telah dikisahkan didalam kitab Durratun Nasihin bahwasanya di akhir zaman nanti akan keluar seekor binatang dari neraka jahannam yang bernama Huraisy tinggi badannya itu berjarak antara bumi dan langit serta memiliki tubuh yang besar sejarak antara timur dan barat.


Dalam sebuah hadis Rasulullah saw. bersabda “ketika telah tiba hari kiamat, keluarlah sesekor hewan dari neraka jahannam yang bernama Huraisy (anak kala), tinggi tubuhnya sejauh lagit dan bumi, sedang luasnya sejauh timur dan barat. Kemudian jibril bertanya,”hendak kemana Huraisy?” Jawabnya , ”Ke padang yang luas”. Lalu jibril bertanya lagi, ”mencari siapa?”.Huraisy menjawab,”aku akan mencari 5 macam manusia yaitu :

1. Orang yang suka meninggalkan Shalat
2. Orang yang tidak mau membayar zakat
3. Orang yang durhaka terhadap kedua ibu bapaknya
4. Orang yang suka minum-minuman yang memabukkan
5. Orang yang suka berbicara didalam masjid tentang urusan dunia tetapi tidak bermanfaat untuk akhirat

Itulah lima macam manusia yang akan menjadi incaran Huraisy, makhluk yang sangat menyeramkan yang tidak mungkin dapat melawannya, semoga kita tidak termasuk salah seorang dari incarannya. Oleh karena itu, hendaklah kita berbuat baik semasa hidup didunia. 






Wallahu `alam

Waktu-Waktu yang Mustajabah Do'a

Doa merupakan salah satu ibadah yang dilakukan oleh kaum muslimim yang dapat memberikan ketenangan jiwa serta dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.Allah sangat menyukai akan hambanya yang selalu berdoa kepada-Nya serta menyerahkan segalanya kepada Allah. 

Di dalam Al-Quran Allah Berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian.” (QS. Ghafir: 60)


Berdoa boleh dilakukan dimana saja, kapan saja, baik dengan perkataan ataupun dalam hati niscaya Allah pasti akan menerimanya. Adapun waktu-waktu yang mustajab doa adalah sebagai berikut :

1. Sepertiga malam terakhir
Setiap umat muslim dianjurkan untuk memanjatkan do’anya kepada Allah SWT di waktu sepertiga malam terakhir dan memohon ampunan dosa, maka Allah akan menerima segala doanya dan mengampuni segala dosanya. Berdo’a pada sepertiga banyak dilakukan oleh para ulama karena merupakan waktu dimana kedaan masih sunyi dari segala macam aktifitas sehingga menambah kekhusunya dalam berdo’a. Rasulullah saw. bersabda :

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ
“Waktu yang paling dekat Allah kepada seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. Tirmidzi).

2. Waktu bulan ramadhan
Bukan ramandan merupakan bulan yang pernuh dengan keistimewaan terutama dalam hal berdoa terlebih lagi apabila sempat mendapati lailatul qadar. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berdoa pada bulan ini terutama ketika hendak berbuka puasa, niscaya Allah akan menerima doa hamba-Nya. Rasulullah saw. bersabda :

ثلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no. 1752, Ibnu Hibban no. 2405)


3. Waktu wukuf di arafah
Wukuf dipanang arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah yang dimana umat Islam yang sedang menunaikan haji sedang berkumpul di padang arafah. Pada saat ini seluruh umat muslim didunia dianjurkan untuk memperbanya doa dan berzikir, karena ini adalah salah satu waktu mustajabah doa. Rasulullah saw. bersabda :
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

4. Pada hari jumat
Jum’at merupakan induknya segala hari yang pada hari tersebut umat muslim laki-laki diwajibkan untuk melakukan ibadah slalat jum’at secara berjamaah setelah mendengar khutbah. Umat muslim baik laki-laki atau wanita dianjurkan untuk memperbanyak doa pada hari ini. Rasulullah saw. bersabda :

« إِنَّ فِى الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا يُزَهِّدُهَا».
“Sesungguhnya di hari Jum’at itu ada suatu waktu yang tidaklah waktu tersebut bertepatan dengan seorang muslim yang sedang melaksanakan shalat, lalu meminta kepada Allah suatu kebaikan, kecuali pasti Allah akan mengabulkannya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan singkatnya waktu tersebut. (Muttafaqun ‘alaihi)

5. Waktu diantara azan dan iqamah
Sebelum shalat jamaan dilaksanankan maka muazzin terlebih dahulu mengumandangkan azan dan iqamah, namun disela-sela antara azan dan iqamah, umat muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah karena merupakan waktu yang cepat terkabulnya do’a Rasulullah saw. bersabda :

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ
“Berdoa tidaklah ditolak antara azan dan iqamat.” (HR. Tirmidzi )

6. Setelah selesai sholat fardhu
Salah satu waktu yang cepat terkabulnya do’a adalah setelah selesai shalat fardhu. Rasulullah saw. bersabda :


ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانِ، أَوْ قَلَّمَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِينَ يُلْحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا
“Ada dua yang tidak ditolak atau jarang sekali ditolak, yaitu berdoa ketika azan (antara azan dan iqamat) dan ketika perang, yakni ketika kedua pasukan bercampur baur.” (HR. Abu Dawud)

7. Pada saat turun hujan
Hujan merupakan karunia Allah yang diturunkan dari surga, Rasulullah menganjurkan untuk selalu berdoa ketika turunnya hujan karena hujan itu memberi kenikmatan serta membawa keberkahan bagi seluruh makhluk di dunia ini. Rasulullah saw. bersabda :

  اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” (Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal)

Tanda-Tanda Ajal Sudah Semakin Dekat

Allah adalah Tuhan yang menciptakan manusia dengan sempurna dengan qudrah dan iradahnya, Allah juga telah menetapkan kapan lahirnya seorang manusia dan kapan meninggalnya seseorang, namun sebelum ajal seseorang tiba maka kita dapat mengetahui tanda-tandanya semenjak 40 hari dari sisa hidupnya sebagai berikut :

40 hari menjelang kematian:
Tanda ini terjadi selepas ashar yang ditandai dengan denyutan jantung dengan sangat kencang, pada saat ini daun yang terletak di arash yang bertulisan nama kita dengan kehendak Allah akan gugur, maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai mengikuti kita sepanjang dari sisa hidup kita.


7 hari menjelang kematian:
Ketika masuk pada waktu ashar, Allah akan menguji seseorang dengan sakit, biasanya jika ada seseorang yang biasanya tidak suka makan, maka tiba-tiba ia ingin makan, ini merupakan suatu isyarat bahwasanya ajal seseorang itu sudah dekat.

3 hari hari menjelang kematian:
Pada saat umur seseorang tinggal 3 hari lagi, maka ia akan merasakan denyutan di bagian tengah dahi, jika tanda-tanda tersebut dapat dirasakan, maka hendaklah ia berpuasa agar perut tidak mengantongi banyak najis, sehingga akan memudahkan orang yang akan memandikan mayit. Ketika itu juga mata hitam mulai meredup adapun bagi orang yang sakit hidungnya mulai layu secara perlahan-lahan.

1 hari hari menjelang kematian:
Pada ketika itu denyutan yang sangat kencang akan terjadi pada ubun-ubun seseorang selepas ashar, yang dimana kemungkinan seseorang tersebut tidak akan sempat menemui waktu ashar pada keesokan harinya.

Tanda akhir :
Beberapa saat sebelum ajal tiba, maka seseorang akan merasakan kesejukan pada bagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian Halkum… Ketika ini terjadi maka hendaklah mengucap kalimat Syahadat dan berdiam diri untuk menantikan kedatangan malaikat maut yang telah bersiap-siap untuk menjemput kita dan mengembalikannya kembali ALLAH SWT.

Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut, maka hendaklah bagi kita seorang muslim untuk mempersiapkan diri menghadap kepada Allah serta memperbanyak istigfar, memohon kepada Allah agar menyelamatkan iman kita dan melepaskan kita dari siksa api neraka. Aminn..

4 Surat Nabi Muhammad saw Kepada para Penguasa Dunia

Setelah Islam tersebar luas di Makkah dan Madinah, Nabi Muhammad saw ingin memperluas ajaran Islam keseruluh Dunia maka beliaupun mengirim surat kepada para penguasa dunia untuk memeluk agama Islam. Semua surat yang beliau kirim kepada para raja dan penguasa dunia pada saat itu disambut dengan baik dan sangat dihargai oleh mereka kecuali surat yang beliau kirim kepada raja Kisra (Penguasa Persia). Bahkan setelah membaca surat tersebut ia (raja Kisra) langsung merobek-robeknya. Rasulallahpun berdoa: “Ya Allah robek robeklah kerajaannya”.

Kalau kita membaca isi surat yang dikirim oleh Nabi Muhamad saw kepada para penguasa penguasa dunia pada waktu itu, kita bisa tahu dengan jelas bahwa Rasulallah saw adalah seseorang yang cerdik serta ahli dalam berdeplomasi dan bersiasat, dan kita bisa lihat bahwa beliau sangat menghargai dan memuliakan kedudukan mereka sebagai penguasa dunia walaupun belum memeluk agama Islam. 

Berikut ini adalah 4 surat Nabi Muhammad yang dikirimkan kepada 4 penguasa dunia : 

1- Surat Nabi Muhammad saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia) 


"Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk." 

2- Surat Nabi Muhammad saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi) 


"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron 64" 

3- Surat Nabi Muhammad saw untuk Raja Kisra (Penguasa Persia) 



"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi." 

4- Surat Nabi Muhammad saw untuk Al-Muqawqis (Penguasa Mesir)


"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk mesir" 

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi saw, ia membalas surat beliau dan memberikam kepada beliau dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belian bernama Maria binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi saw dan dijadikan sebagai di istri beliau, darinya Rasulallah saw mendapatkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama kakek beliau Nabi Ibrahim as. 

Demikianlah surat yang dikirim oleh Nabi Muhammad kepada 4 para penguasa dunia pada saat itu, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua...

7 Maqamat dalam Melagukan Al-qur'an

Setiap umat muslim didunia pasti senang ketika mendengar lantunan ayat suci Al-qur`an terlebih lagi apabila ayat-ayat yang dilantunkan itu diiringi dengan irama yang disebut juga dengan melagukan Al-Aquran.

Melagukan Al-Qur`an dengan lantunan suara serta memanfaatkan keindahan raga nada akan menghasilkan suatu keindahan bacaan yang merupakan kharateristik dari membaca Al-Qur`an itu sendiri. Lagu yang disuarakan dalam membaca kitab suci Al-Quran harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang tertuang dalam disiplin ilmu tajwid serta sesuai dengan makharijul huruf.

Membaca Al-Qur-an dengan lantunan suara yang indah akan mampu menggetarkan hati siapapun yang mendengarkannya, sehingga ulama dan para pendak'wah Islam pada zaman dahulu menjadikan Al-Qur’an sebagai prasarana dalam menyiarkan Agama Islam.

Adapun bebtuk-bentuk lagu dalam melantunkan lagu dalam membaca Al-quran terdiri diatas 7 maqamat yaitu :

1. BAYYATI 
Dalam tradisi melagukan al-Quran menempatkan maqom bayyati sebagai lagu pertama. Adapun Lagu maqom Bayyati memiliki 4 tingkatan nada yaitu : 
• Qoror (Dasar) 
• Nawa (Menengah) 
• Jawab (Tinggi) 
• Jawabul Jawab (Tertinggi) 

2. SHOBA 
Shoba memiliki 4 tingkatan/variasi nada : 
• Awal Maqom Shoba 
• Asyiron (nawa) 
• Ajami (jawab) 
• Quflah Bustanjar 

3. NAHAWAND 
Tingkatan/variasi nada pada Nahawand: 
• Awal Maqom Nahawand 
• Nawa 
• Jawab 
• Quflah Mahur 

4. HIJAZ 
Tingkatan/variasi nada pada Hijaz: 
• Awal Maqom 
• Hijaz Kar 
• Hijaz Karkur 
• Alwan Hijaz 

5. ROST
tingkatan/variasi nada pada Rost: 
• Awal Maqom Rost 
• Nawa 
• Jawab 
• Kuflah Zinjiron 
• Syabir Alarrost 
• Alwan Rost 

6. SIKA
Tingkatan/variasi nada pada Sika: 
• Awal Maqom 
• Iraqi (nawa) 
• Turki (jawab) 
• Variasi Raml 

7. JIHARKA 
Tingkatan/variasi nada pada Jiharka: 
• Awal Maqom 
• Nawa 
• Jawab

Masjid Al-Azhar pusat ilmu umat Islam di dunia

Masjid Al-Azhar merupakan gudang ilmu bagi umat islam yang dibangun pada abad ke 4 H. Masjid ini didirikan setelah pasukan Muiz Li Dinillah yang dipimpin oleh panglima Jauhar As-Shaqali menduduki Mesir. Muiz Li Dinillah merupakan khalifah pertama dinasti Fatimiyyah.

Setelah membangun kota kairo ( ibu kota mesir ), maka ia juga membangun masjid Al-Azhar sebagai markas besar penyebaran faham syiah. Namun pada saat Khalifah Salahuddin Al-Ayubi menaklukkan mesir dari penguasa Syiah ,maka lambat laun ia merubah ideologi Al-Azhar yang mulanya berfaham aliran Syiah menjadi Ahlussunnah wal jamaah yang berpegang teguh kepada pendapat Imam Al-Asyari.

Seiring berjalannya waktu Al-Azhar tidak hanya digunakan sebagai sebagai masjid, akan tetapi mampu mendirikan sebuah universitas yang besar yang mampu menghasilkan ulama –ulama dan cendekiawan yang luar biasa.

Dengan kemoderatannya dalam menyebarkan dakwah Islam, saat ini Al-Azhar menjadi rujukan ilmu pengetahuan ilmu islam sedunia. Telah tercatat bahwa pada saat ini seudah lebih dari 40.000 mahasiswa dari belahan dunia yang sedang duduk di bangku kuliah universitas Al-Azhar dari berbagai benua didunia.

Maka oleh karena itu ada sebuah pepatah ulama yang mengatakan : “Jika Ka’bah salat umat Islam berada di Mekkah, maka Ka’bah ilmu umat Islam berada di Kairo yaitu Al-Azhar.” 

Mudah-mudahan kita juga bisa belajar di Al azhar aminnn...







7 Nama Kota Makkah didalam Al-Qur'an

Makkah meruapakan salah satu tempat yang paling mulia didunia karena didalamnya terdapat ka’bah(baitullah) yang merupakan arah kiblatnya para umat Islam didunia ini setelah baitul maqdis. Sebagaimana yang telah termaktub didalam Al-Qur’an , Makkah mempunyai beberapa nama yang indah, Al-Qur’an telah menyebutkan 7 nama Kota Makkah di antaranya, yaitu :

1. Makkah, sebagaimana yang telah termaktub dalam firman Allah Swt, yang berbunyi :

وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُم بِبَطْنِ مَكَّةَ مِن بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَانَ اللَّـهُ بِمَا تَعْمَلُون بَصِيرًا

"Dan Dia­lah yang mencegah tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan mencegah tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah. setelah Allah memenangkan kamu atas mereka." (Al-Fath [48]: 24).

2. Bakkah, sebagaimana termaktub dalam firman Allah SWT, yang berbunyi :

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

"Sesung­guhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam." (Ali Imran [3]: 96).

3. Umm Al-Qura, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Swt, yang berbunyi :

وَهَـٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

"Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya." (Al-An‘am [6]: 92).

4. Al-balad, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Swt, yang berbunyi :

(2)لَا أُقْسِمُ بِهَـٰذَا الْبَلَدِ ﴿1﴾ وَأَنتَ حِلٌّ بِهَـٰذَا الْبَلَدِ 

"Aku bersumpah dengan negeri ini (al-balad. Makkah) dan engkau (Muhammad) bertempat di negeri ini (al-balad. Makkah)." (Al-Balad [90]: 1-2).

5. Al-baldah, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Swt, yang berbunyi :

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَـٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِن الْمُسْلِمِينَ 

"Aku (Mu­hammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (al-bal- dah, Makkah) ) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.." (Al-Naml [27]: 91).

6. Al-balad Al-amin, sebagaimana termaktub dalam firman Allah, yang berbunyi :

(3)وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ﴿1﴾ وَطُورِ سِينِينَ ﴿2﴾ وَهَـٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ 

"Demi buah Tin dan huah Zaytun, demi gunung Sinai, dan demi negeri yang aman ini (al-balad al-amin, Makkah)." (Al-Tin [95]: 1-3).

7. Al-balad Al Aminin, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Swt, yang berbunyi :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَال وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْس الْمَصِيرُ

"Dan ingatlah ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri (Makkah) ini negeri yang aman (al-balad al-Amin), dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (Al-Baqarah [2]: 126).