Showing posts with label Kisak Bijak. Show all posts
Showing posts with label Kisak Bijak. Show all posts

Si Pincang Dan Si Buta

Suatu hari seorang yang pincang berjalan menuju ke sebuah warung, kemudia ia duduk disamping orang yang telah mendahuluinya. Kemudia si pincang itu berkata. “Aku tidak akan pernah bisa untuk sampai di pesta penjamuan sultan,” ia pun mendesah, “karena kelemahan yang aku miliki, aku tidak bisa bergerak dengan cukup cepat.”

Lalu seseorang yang lainnya berkata. “Aku juga diundang, akan tetapi keadaanku lebih buruh daripada keadaanmu. Aku adalah orang yang buta sehingga aku tidak bisa melihat jalan.”

Orang ketiga yang mendengar perkataan mereka berdua berkata: “Akan tetapi jika saja kalian menyadarinya, kalian akan sadar bahwa kalian memiliki sarana untuk mencapai tujuan kalian.” Setelah beberapa saat merekapun mendapatkan ide. Sibuta langsung menggendong si pincang di punggungnya. Lalu si pincangpun menggunakan menggunakan kaki sibuta untuk berjalan, dan matanya digunakan untuk menunjukkan arah.

Dengan cara itulah kedua orang tersebut bisa mencapai tujuannya. Dimana mereka bisa menghadiri jamuan dari sang sultan.

Wallahu ‘Alam

Kisah Petani Yang Mencari Permata Demi Kebahagiaan

Terkadang kebahagiaan itu terdapat dalam diri kita, tetapi kita tidak dapat melihatnya. Sehingga kitapun akan menyianyiakan semua umur hanya untuk mencarinya, padahal kebahagiaan itu sangat dekat dengan kita. Sebagian orang sibuk mecari harta bahkan ia menduga bahwa harta tersebut dapat membuatnya menjadi bahagia.

Berikut ini adalah salah satu kisah yang sebagaimana telah diceritakan dalam buku-buku hikayat yang memberitakan tentang salah seorang petani sukses yang bekerja di kebunnya dengan sungguh-sungguh dan tak kenal lelah.

Hingga pada suatu hari, petani tersebut mendengar kabar bahwa ada seseorang yang melakukan perjalanan untuk mencari permata. Orang yang mendapatkannya akan menjadi kaya raya. Ia pun bersemangat dalam memikirkan hal tersebut, sehingga ia menjual seluruh kebunnya dan berangkat untuk mencari permata yang ia impiankan tersebut.

Selama-bertahun tahun ia mencari permata itu hingga lamanya tiga belas tahun, namun permata itu tak pernah ia dapati sedikitpun. Akhirnya keputusasaan menyerangnya karena impiannya tak pernah terwujud. Ia telah menimpa banyak kerugian yang akhirnya ia menceburkan dirinya kedalam laut untuk mencari ikan-ikan sebagai makanannya.

Akan tetapi kebun yang telah ia jual tadi itu telah digarap oleh orang lain. Ketika orang tersebut mencangkul lahannya ia menemukan sesuatu yang bercahaya. Pada saat memungutnya ia melihat dengan jelas, ternyata benda itu adalah potongan kecil dari sebuah permata. Maka bangkitlah semangatnya untuk bekerja dan terus mencangkul serta melubangi tanah kebunnya. Kemudian ia mendapatkan permata lainnya. Ternyata di bawah kebun ini terdapat banyak simpanan permata.

Inti dari kisah diatas adalah kebahagiaan itu terkadang dengan diri kita, tetapi kita tidak dapat meraihnya. Justru kita akan pergi dan mencarinya ketempat yang lebih jauh.


Waallahu ‘Alam.

Kisah Imam Hambali Dan Tukang Roti Yang Selalu Bertasbih

Pada suatu hari Imam Ahmad bin Hambal mengadakan perjalanan untuk berdakwah kepada suatu daerah. Akan tetapi Iman Ahmad tidak mempunyai teman bahkan tak ada seorangpun yang mengenalnya. Sedikit demi sedikit sinar matahari semakin pudar hingga malampun tiba sedangkan Imam tidak mendapatkan tempat untuk menginap. Akhirnya beliau memutuskan untuk pergi kesebuah mesjid lalu beliaupun tidur disana. Ketika matanya mulai terlelap, tiba-tiba datanglah seorang penjaga masjid dan membangunkanyya. Penjaga itupun melarangnya untuk tidur didalam masjid. Lalu Imam Ahmad berkata: “Aku ini adalah seorang musafir, namun aku belum mendapatkan tempat untuk bermalam”. Penjaga itupun menolak karena ia tidak tahu bahwa orang yang ia bangunkan itu adalah Imam Besar Mazhab Hambali. Beberapa saat kemudian Imam Ahmad pun keluar. Pada beliau keluar tiba-tiba lewatlah seorang tukang roti lalu bertanya kepada sang Imam : “Apa yang telah terjadi pada Anda?” (tukang roti ini tidak tahu bahwa ia adalah seorang Imam Besar). Imam Ahmad pun menjawab: “Saya tidak mendapatkan tempat untuk bermalam, namun ketika saya hendak bermalam dimasjid, penjaga mesjid melarang saya untuk tidur disana”.


Tukang roti tersebut langsung mengajak beliau untuk bermalam dirumahnya. Imam Ahmad dipersilahkan untuk tidur disebuah kamar, sementara tukang roti melanjutkan pekerjaannya, yaitu mempersiapkan roti untuk dijual pada esok harinya. Akan tetapi Iman Ahmad tidak bisa tidur, karena ia memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh tukang roti. Beliau terkagum ketika melihat si tukang roti banyak mengucapkan tasbih, “Subhanallah” sambil mengolah rotinya.

Pagi harinya Imam Ahmad bertanya kepadanya: “Apakah Anda sudah melihat dan merasakan suatu keberuntukan dari mengucapkan tasbih?”

Tukang roti itu menjawab: “Ya demi Allah, semua yang aku harapkan kepada Allah selalu dikabulkan, kecuali ada satu hal yang belum dikabulkan oleh Allah hingga kini.”

“Apakah yang satu itu wahai saudaraku?” tanya Imam Ahmad.

Tukang roti pun menjawab: “Aku ingin melihat seorang ulama besar, yaitu Ahmad bin Hambal.”

Imam pun Berkata : “Demi Allah Akulah Ahmad bin Hambal. Demi Allah, Dia telah mengirimku untuk memenuhi permohonan anda wahai saudaraku. Sungguh Allah telah mengabulkan doa Anda.

Wallahu ‘Alam.

Kisah Pohon Yang Disembah Manusia

Pada suatu ketika ada sebatang pohon yang dijadikan sebagai sesembahan selain Allah. Lalu seorang laki-laki datang menuju pohon tersebut dan berkata, “Sungguh aku akan menebang pohon ini.”

Dengan niat yang membara laki-laki tersebut akan menebang pohon itu dalam keadaan marah terhadap para penyembahnya karena Allah. Saat itu pun Iblis menghadangnya dalam wujud seorang manusia biasa.

Iblis bertanya, “Apa yang enngkau inginkan?”

Lelaki itu menjawab, “Aku akan menebang pohon ini karena dijadikan sesembahan selain Allah”.

Iblis membantah, “Jika kamu sendiri tak menyembahnya, lalu apa mudharat yang mengenai dirimu dari orang yang menyembahnya?”

Lelaki itu tetap bersikeras, dan berkata “Sungguh aku benar-benar akan menebangnya”

Lalu iblis berkata kepadanya, “Maukah kamu kutawari sesuatu yang lebih baik bagimu. Kamu tidak perlu menebang pohon ini. Lalu imbalannya, setiap hari kamu akan mendapatkan 2 dinar dibawah bantalmu setiap kamu bangun pagi.”

Setelah berbincang beberapa saat, lelaki itu akhirnya pulang kerumahnya. Keesokan harinya ia mendapatkan 2 dinar di bawah bantalnya. Namun, pada hari berikutnya ia tidak mendapatkan apapun dibawah bantalnya. Lelaki itu bangkit dengan penuh kemarahan, dia pun bersikeras hendak menebang pohon tersebut.

Ketika sampai pada tempat tujuan, Iblis kembali menyerupai dirinya dalam bentuk manusia dan bertanya, “Apa yang akan kau lakukan?”

Lelaki itu menjawab, “Aku akan menebang pohon yang dijadikan sesembahan selain Allah itu.”

Iblis membantah, “Kamu bohong. Kamu takkan bisa menebang pohon itu.”

Lelaki itu bangkit untuk menebangnya, tetapi iblis melawannya hingga lelaki itu terjatuh ke tanah, lalu iblis mencekiknya dan hampir saja membunuhnya.

Iblis lalu berkata, “Tahukah kamu siapa aku. Aku adalah Iblis. Pertama kali kamu dulu datang dengan marah karena Allah sehingga aku tak mampu melawanmu, maka akupun memperdayaimu dengan 2 dinar, lalu kau tak jadi menebangnya. Tetapi sekarang kamu datang untuk membela 2 dinar, maka aku berhasil mengalahkanmu.”

Nasihat Dari Sang Harimau

Pada Suatu hari, dua orang pemuda berjalan-jalan mengelilingi hutan untuk melakukan pengamatan.Mereka telah berteman sejal lama, bahkan mereka pun telah menjadi teman yang akrab.

Namun ketika mereka sedang mengamati hutan yang indah tersebut, tiba-tiba muncul seekor harimau dari semak-semak. Harimau itu terlihat seram dan ganar, ditambah lagi dengan ukurannya yang sangat besar.

Paka ketika itu salah seorang diantara mereka langsung melarikan diri dengan cepat dan langsung memanjat keatas pohon, hingga ia sampat pada dahan yang tinggi sehingga harimau tidak bisa menerkamnya lagi.

Sedangkan temannya yang satu lagi masih dalam keadaan terkejut sehingga ia tidak bisa berfikir hingga ia tidak sanggup lagi berlari dan tidak mungkin lagi untuk memanjat ke atas pohon.

Ia sadar bahwa harimau pasti akan menyerangnya, tiba-tiba ia pun menjatuhkan dirinya dan berbaring diatas tanah.

Harimau itu pun mulai mendekatinya dan mengendus-endus seluruh muka dan tubuhnya. Ia pun menaham nafasnya dan berpura-pura mati.

Ajaibnya! Beberapa saat kemudian, harimau itu pun menjauhinya. 

Setelah harimau itu pergi menjauh, temannya yang bersembunyi diatas pohon tadi segera turun dan ia pun merasa lega karena ia tak terluka.

Kemudian ia mendekati temannya yang masih berpura-pura mati tadi. Dan ia bertanya kepada temannya, "Apakah kau tidak apa-apa?" Jawabnya, "ia aku tak apa-apa","(dengan candaan ia berkata) bahkan si harimau itu membisikkan sesuatu kepadaku".

Lalu dengan wajah yang sedikit tertawa ia bertanya,"Hehe, Emangnya apa yang dibisikkan si harimau kepadamu?"

Dengan agak sedikit kecewa ia menjawab," Harimau itu membisikkan nasihat padaku, jangan berpergian dengan seorang teman yang suka meninggalkan temannya bila terjadi bahaya.

Selesai

Satu Yang Tiada Duanya

Ada seorang pemuda yang berasal dari negeri arab ia baru saja menyelesaikan kuliahnya di Amerika.Ketika ia belajar di Amerika, ia berkenalan dengan seorang penduduk Amerika yang beragama Nasrani ,Hubungan mereka semakin akrab,pemuda itupun berharap semoga Allah SWT memberinya hidayah.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya yang beragama nasrani meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.Pada mulanya ia merasa keberatan. Namun karena ia terus didesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya dan ikut masuk kedalam gereja iapun duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan dan kembali duduk.

Di saat itu si pendeta terkejut dan melihat kepada para hadirin seraya berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku berharap agar ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berulang kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan tersebut.

Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!”

Sang pendeta pun mulai bertanya,

1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api,
20. siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
21. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata :

=== Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

=== Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).

=== Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

=== Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

=== Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

=== Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.

=== Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al- Mulk: 3).

=== Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,”Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).

=== Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang

=== Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

=== Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.

=== Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).

=== Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

=== Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing.” (At-Takwir: 18).

=== Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

=== Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,” tak ada cercaaan terhadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

=== Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).

=== Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

=== Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).

=== Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash- habul Kahfi (penghuni gua).

=== Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnyatipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

=== Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?”

Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun andatidak mampu menjawabnya!”

Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. ” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.”

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.







PERHATIKAN CANGKIRMU !

alkisah pada suatu waktu, seorang pemuda mendatangi seorang bijak dicina, ia berharap agar orang itu bisa mengajarinya arti kebijaksanaan supaya ia bisa mengendalikan perasaan. Orang-orang bilang, "orang bijak itu tinggal dipegunungan, jika ia menemuimu, niscaya engkau akan sangat beruntung."

Tanpa mengulur waktu, pemuda tersebut berangkat. Pesawat sudah tinggal landas untuk membawanya kesana. Setibanya ditempat itu, ia menunggu. Orang orang disana bilang ia akan menemuainya. Ia pun melangkah pasti. Pintu rumahnya ia ketuk. Ia diminta menunggu. Tak terasa 3 jam berlalu, pemuda itu marah. Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Seorang perempuan tua memberitau bahwa si bijak akan segera datang. Ternyata, iya baru muncul satu jam kemudian. Pemuda itu benar benar kesal. Seorang laki laki tua mengahmapirinya, duduk disampingnya dan sibijak bertanya, "kamu mau minum teh ?"



Pemuda itu tambah marah. "Orang gila ini membiarkanku menunggu 3 jam diluar, " katanya membating. "Tidak hanya itu, ia juga membiarkanku menunggu satu jam disini. Tapi, tak ada tanda tanda penyesalan. Tiba tiba ia menawariku minum teh. "


suara si bijak memecah keheningan, "Mau minum teh ?" karena ditawari berkali kali pemuda itu menjawab, "Baiklah. " Tidak lama kemudian, seorang perempuan membawakan seteko besar teh. Sibijak berkata, "Mau kutuangkan ?" Pemuda itu menjawab, "Silakan. " Cina bijak itu menuangkan teh kecangkir pemuda itu hingga penuh, bahkan menguap dan membasahi meja. Pemuda itu marah. Iapun berdiri dan berkata, "Apa yang telah anda lakukan kepada saya ?! Apa anda sudah gila ?!"

Sibijak menatapnya tajam. Dengan datar ia berkata, "Kita sudahi pertemuan ini. Temui aku setelah cangkirmu kosong. " Setelah itu ia pergi. Pemuda itu mulai mengerti. Ia berkata dalam hati, "Aku telah menyia nyiakan waktu. Setelah memperlakukanku begini, kubiarkan ia pergi begitu saja. Aku harus mengubah sikapku kepadanya. " Lalu pemuda itu menemui dan berkata pada sibijak, "Saya mohon maaf. Saya datang dari ujung dunia, berharap agar anda mau mengajari saya sesuatu yg bermanfaat. " Si bijak berkata, "Agar hidup didunia ini bergulir dgn cara yg positif, engkau harus memperhatikan cangkirmu. "

"Maksudnya ?" Tanya si pemuda gak ngerti.

Si bijak berkata, "Ketika kami membiarkanmu selama 4 jam, bagaimana perasaanmu ?"

" Semula baik baik saja, " Jawab si pemuda. "Lama lama saya mulai dongkol, bahkan hampir meledak. Tapi saya bertekad menemui anda. "

"Bagaimana perasaanmu ketika kami membiarkanmu sejam didalam rumah ?" Tanya si bijak lagi.

" Saya tambah marah, " Jawab sipemuda.

Si bijak bertanya lagi, "Ketika aku menuangkan teh, mungkinkah volume yg akan kutuangkan lebih banyak dari kapasitas cangkir yg ada ?"

"Tidak, " Tukas sipemuda.

"Jika terus dituangkan, apa yg terjadi ?" Desak sibjak.

Pemuda itu menjawab, " Teh akan membajiri seluruh pelataran meja. "

"Begitulah yg terjadi pada perasaanmu, " Kata si bijak. "Engkau datang menemui kami dengan cangkir kosong. Kami mengisinya hingga meluap, dan ini menyebabkan penyakit merongrongmu. Jika ingin hidup bahagia, engkau harus memperhatikan cangkirmu, Jangan biarkan orang lain mengisinya tanpa seizin darimu. "

Selang beberapa lama, sibijak itu berkata lagi, "Engaku harus membayarku seribu dolar. "

Mendengar itu, cangkir pemuda itu kembali penuh.

Sekian ya .......