Showing posts with label Kisak Bijak. Show all posts
Showing posts with label Kisak Bijak. Show all posts

Si Pincang Dan Si Buta

Suatu hari seorang yang pincang berjalan menuju ke sebuah warung, kemudia ia duduk disamping orang yang telah mendahuluinya. Kemudia si pincang itu berkata. “Aku tidak akan pernah bisa untuk sampai di pesta penjamuan sultan,” ia pun mendesah, “karena kelemahan yang aku miliki, aku tidak bisa bergerak dengan cukup cepat.”

Lalu seseorang yang lainnya berkata. “Aku juga diundang, akan tetapi keadaanku lebih buruh daripada keadaanmu. Aku adalah orang yang buta sehingga aku tidak bisa melihat jalan.”

Orang ketiga yang mendengar perkataan mereka berdua berkata: “Akan tetapi jika saja kalian menyadarinya, kalian akan sadar bahwa kalian memiliki sarana untuk mencapai tujuan kalian.” Setelah beberapa saat merekapun mendapatkan ide. Sibuta langsung menggendong si pincang di punggungnya. Lalu si pincangpun menggunakan menggunakan kaki sibuta untuk berjalan, dan matanya digunakan untuk menunjukkan arah.

Dengan cara itulah kedua orang tersebut bisa mencapai tujuannya. Dimana mereka bisa menghadiri jamuan dari sang sultan.

Wallahu ‘Alam

Kisah Petani Yang Mencari Permata Demi Kebahagiaan

Terkadang kebahagiaan itu terdapat dalam diri kita, tetapi kita tidak dapat melihatnya. Sehingga kitapun akan menyianyiakan semua umur hanya untuk mencarinya, padahal kebahagiaan itu sangat dekat dengan kita. Sebagian orang sibuk mecari harta bahkan ia menduga bahwa harta tersebut dapat membuatnya menjadi bahagia.

Berikut ini adalah salah satu kisah yang sebagaimana telah diceritakan dalam buku-buku hikayat yang memberitakan tentang salah seorang petani sukses yang bekerja di kebunnya dengan sungguh-sungguh dan tak kenal lelah.

Hingga pada suatu hari, petani tersebut mendengar kabar bahwa ada seseorang yang melakukan perjalanan untuk mencari permata. Orang yang mendapatkannya akan menjadi kaya raya. Ia pun bersemangat dalam memikirkan hal tersebut, sehingga ia menjual seluruh kebunnya dan berangkat untuk mencari permata yang ia impiankan tersebut.

Selama-bertahun tahun ia mencari permata itu hingga lamanya tiga belas tahun, namun permata itu tak pernah ia dapati sedikitpun. Akhirnya keputusasaan menyerangnya karena impiannya tak pernah terwujud. Ia telah menimpa banyak kerugian yang akhirnya ia menceburkan dirinya kedalam laut untuk mencari ikan-ikan sebagai makanannya.

Akan tetapi kebun yang telah ia jual tadi itu telah digarap oleh orang lain. Ketika orang tersebut mencangkul lahannya ia menemukan sesuatu yang bercahaya. Pada saat memungutnya ia melihat dengan jelas, ternyata benda itu adalah potongan kecil dari sebuah permata. Maka bangkitlah semangatnya untuk bekerja dan terus mencangkul serta melubangi tanah kebunnya. Kemudian ia mendapatkan permata lainnya. Ternyata di bawah kebun ini terdapat banyak simpanan permata.

Inti dari kisah diatas adalah kebahagiaan itu terkadang dengan diri kita, tetapi kita tidak dapat meraihnya. Justru kita akan pergi dan mencarinya ketempat yang lebih jauh.


Waallahu ‘Alam.

Kisah Imam Hambali Dan Tukang Roti Yang Selalu Bertasbih

Pada suatu hari Imam Ahmad bin Hambal mengadakan perjalanan untuk berdakwah kepada suatu daerah. Akan tetapi Iman Ahmad tidak mempunyai teman bahkan tak ada seorangpun yang mengenalnya. Sedikit demi sedikit sinar matahari semakin pudar hingga malampun tiba sedangkan Imam tidak mendapatkan tempat untuk menginap. Akhirnya beliau memutuskan untuk pergi kesebuah mesjid lalu beliaupun tidur disana. Ketika matanya mulai terlelap, tiba-tiba datanglah seorang penjaga masjid dan membangunkanyya. Penjaga itupun melarangnya untuk tidur didalam masjid. Lalu Imam Ahmad berkata: “Aku ini adalah seorang musafir, namun aku belum mendapatkan tempat untuk bermalam”. Penjaga itupun menolak karena ia tidak tahu bahwa orang yang ia bangunkan itu adalah Imam Besar Mazhab Hambali. Beberapa saat kemudian Imam Ahmad pun keluar. Pada beliau keluar tiba-tiba lewatlah seorang tukang roti lalu bertanya kepada sang Imam : “Apa yang telah terjadi pada Anda?” (tukang roti ini tidak tahu bahwa ia adalah seorang Imam Besar). Imam Ahmad pun menjawab: “Saya tidak mendapatkan tempat untuk bermalam, namun ketika saya hendak bermalam dimasjid, penjaga mesjid melarang saya untuk tidur disana”.


Tukang roti tersebut langsung mengajak beliau untuk bermalam dirumahnya. Imam Ahmad dipersilahkan untuk tidur disebuah kamar, sementara tukang roti melanjutkan pekerjaannya, yaitu mempersiapkan roti untuk dijual pada esok harinya. Akan tetapi Iman Ahmad tidak bisa tidur, karena ia memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh tukang roti. Beliau terkagum ketika melihat si tukang roti banyak mengucapkan tasbih, “Subhanallah” sambil mengolah rotinya.

Pagi harinya Imam Ahmad bertanya kepadanya: “Apakah Anda sudah melihat dan merasakan suatu keberuntukan dari mengucapkan tasbih?”

Tukang roti itu menjawab: “Ya demi Allah, semua yang aku harapkan kepada Allah selalu dikabulkan, kecuali ada satu hal yang belum dikabulkan oleh Allah hingga kini.”

“Apakah yang satu itu wahai saudaraku?” tanya Imam Ahmad.

Tukang roti pun menjawab: “Aku ingin melihat seorang ulama besar, yaitu Ahmad bin Hambal.”

Imam pun Berkata : “Demi Allah Akulah Ahmad bin Hambal. Demi Allah, Dia telah mengirimku untuk memenuhi permohonan anda wahai saudaraku. Sungguh Allah telah mengabulkan doa Anda.

Wallahu ‘Alam.

Kisah Pohon Yang Disembah Manusia

Pada suatu ketika ada sebatang pohon yang dijadikan sebagai sesembahan selain Allah. Lalu seorang laki-laki datang menuju pohon tersebut dan berkata, “Sungguh aku akan menebang pohon ini.”

Dengan niat yang membara laki-laki tersebut akan menebang pohon itu dalam keadaan marah terhadap para penyembahnya karena Allah. Saat itu pun Iblis menghadangnya dalam wujud seorang manusia biasa.

Iblis bertanya, “Apa yang enngkau inginkan?”

Lelaki itu menjawab, “Aku akan menebang pohon ini karena dijadikan sesembahan selain Allah”.

Iblis membantah, “Jika kamu sendiri tak menyembahnya, lalu apa mudharat yang mengenai dirimu dari orang yang menyembahnya?”

Lelaki itu tetap bersikeras, dan berkata “Sungguh aku benar-benar akan menebangnya”

Lalu iblis berkata kepadanya, “Maukah kamu kutawari sesuatu yang lebih baik bagimu. Kamu tidak perlu menebang pohon ini. Lalu imbalannya, setiap hari kamu akan mendapatkan 2 dinar dibawah bantalmu setiap kamu bangun pagi.”

Setelah berbincang beberapa saat, lelaki itu akhirnya pulang kerumahnya. Keesokan harinya ia mendapatkan 2 dinar di bawah bantalnya. Namun, pada hari berikutnya ia tidak mendapatkan apapun dibawah bantalnya. Lelaki itu bangkit dengan penuh kemarahan, dia pun bersikeras hendak menebang pohon tersebut.

Ketika sampai pada tempat tujuan, Iblis kembali menyerupai dirinya dalam bentuk manusia dan bertanya, “Apa yang akan kau lakukan?”

Lelaki itu menjawab, “Aku akan menebang pohon yang dijadikan sesembahan selain Allah itu.”

Iblis membantah, “Kamu bohong. Kamu takkan bisa menebang pohon itu.”

Lelaki itu bangkit untuk menebangnya, tetapi iblis melawannya hingga lelaki itu terjatuh ke tanah, lalu iblis mencekiknya dan hampir saja membunuhnya.

Iblis lalu berkata, “Tahukah kamu siapa aku. Aku adalah Iblis. Pertama kali kamu dulu datang dengan marah karena Allah sehingga aku tak mampu melawanmu, maka akupun memperdayaimu dengan 2 dinar, lalu kau tak jadi menebangnya. Tetapi sekarang kamu datang untuk membela 2 dinar, maka aku berhasil mengalahkanmu.”

Nasihat Dari Sang Harimau

Pada Suatu hari, dua orang pemuda berjalan-jalan mengelilingi hutan untuk melakukan pengamatan.Mereka telah berteman sejal lama, bahkan mereka pun telah menjadi teman yang akrab.

Namun ketika mereka sedang mengamati hutan yang indah tersebut, tiba-tiba muncul seekor harimau dari semak-semak. Harimau itu terlihat seram dan ganar, ditambah lagi dengan ukurannya yang sangat besar.

Paka ketika itu salah seorang diantara mereka langsung melarikan diri dengan cepat dan langsung memanjat keatas pohon, hingga ia sampat pada dahan yang tinggi sehingga harimau tidak bisa menerkamnya lagi.

Sedangkan temannya yang satu lagi masih dalam keadaan terkejut sehingga ia tidak bisa berfikir hingga ia tidak sanggup lagi berlari dan tidak mungkin lagi untuk memanjat ke atas pohon.

Ia sadar bahwa harimau pasti akan menyerangnya, tiba-tiba ia pun menjatuhkan dirinya dan berbaring diatas tanah.

Harimau itu pun mulai mendekatinya dan mengendus-endus seluruh muka dan tubuhnya. Ia pun menaham nafasnya dan berpura-pura mati.

Ajaibnya! Beberapa saat kemudian, harimau itu pun menjauhinya. 

Setelah harimau itu pergi menjauh, temannya yang bersembunyi diatas pohon tadi segera turun dan ia pun merasa lega karena ia tak terluka.

Kemudian ia mendekati temannya yang masih berpura-pura mati tadi. Dan ia bertanya kepada temannya, "Apakah kau tidak apa-apa?" Jawabnya, "ia aku tak apa-apa","(dengan candaan ia berkata) bahkan si harimau itu membisikkan sesuatu kepadaku".

Lalu dengan wajah yang sedikit tertawa ia bertanya,"Hehe, Emangnya apa yang dibisikkan si harimau kepadamu?"

Dengan agak sedikit kecewa ia menjawab," Harimau itu membisikkan nasihat padaku, jangan berpergian dengan seorang teman yang suka meninggalkan temannya bila terjadi bahaya.

Selesai