Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Masalah Adalah Peluang

Kesulitan dan masalah merupakan bumbu dalam suatu kehidupan. Setiap orang pasti akan menemukan kesulitan dan berhadapan dengan berbagai permasalahan sepanjang hidupnya. Semua itu merupakan pakaian dalam kehidupan, mengiringi kesenangan dan kebahagiaan. 



Allah Berfirman : 


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا 

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS: Al- Insyirah 5-6) 

Hilangkan Rasa Cemburu, Tanamkan Sikap Optimis

Rasa cemburu merupakan salah satu penyebab timbulnya rasa cemas . Rasa ini merupakan suatu hasrat untuk dicintai seseorang dengan cara tertentu. Rasa cemburu ini dapat timbul karena kurangnya kepercayaan diri.

Sebagian orang menyangka bahwa rasa cemburu hanya terjadi dalam kehidupan rumah tangga, khususnya kecemburuan suami kepada istrinya atau sebaliknya, istri cemburu kepada suaminya.

Kenyataannya, kecemburuan telah menjadi hal yang lumrah, dalam arti, hal itu terjadi dalam kehidupan secara umum. Rasa cemburu dapat pula menimpa orang-orang tertentu yang patut untuk merasakannya. Cemburu merupakan problem kejiwaan urutan pertama diantara problem kejiwaan lainnnya. Orang yang ditimpa rasa cemburu akan sangat menyulitkan dirinya karena kadang kecemburuan itu akan mendorong seseorang untuk memiliki perilaku yang merusak.

Terkadang, rasa cemburu dapat mengganggu kehidupan pribadi seseorang. Hal ini juga dapat terjadi pada diri kita sendiri, Misalnya, ketika pribadi Kita mengatakan,”Mengapa orang yang aku cintai tidak mencintaiku seperti aku mencintainya?” Atau “Mengapa orang yang aku cintai lebih memperhatikan orang lain dari pada kepadaku?”

Orang yang menyiksa diri dengan rasa cemburu karena melihat tingkah laku orang yang dicintainya kepada orang lain, hendaknya mengetahui bahwa berpikir dengan cara seperti itu adalah cara berpikir yang salah. Kita, hendaknya tidak memberikan penilaian kepada diri Kita melalui orang lain. Nilailah diri Kita berdasarkan Kita sendiri, dari kepribadian dan perbuatan Kita.

Kita harus memiliki rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap diri sendiri. Perhatian orang lain kepada selain kita adalah urusan orang lain, bukan urusan kita. Apa yang akan menimpa Kita apabila orang lain tidak memberikan perhatian pada Kita tidak apa-apa bukan? Ketahuilah bahwa kebahagiaan kita berasal dari pribadi Kita yang bukan orang lain. Hanya anak-anak kecil yang mengkitalkan kebahagiaan dan cinta dari orang lain karena mereka belajer mencintai dari orang lain.

Disampingitu, kita harus mengetahui bahwa berubahnya pikiran orang lain kepada kita adalah urusan orang lain, bukan urusan kita. Hal itu tidak sama sekali menurunkan martabat atau menghina kehormatan kita.

Sebenarnya, kududukan seseorang yang membuatnya menjadi bersedih adalah karena merasa jauh dari Allah swt. dan jauh dari nilai-nilai ketaatan. Oleh karena itu cepat-cepatlah mendekati diri kepada-Nya serta menyadari bahwa kedudukan kita berada dalam amal saleh dan kedekatan kita kepda Allah merupakan hal yang terbaik, meskipun kita dihargai oleh orang lain maupun tidak.

Wallahu ‘Alam.

Bangkitlah Dari Kesedihan Dimasa Lalu, Pikirkan Masa Depan


Adanya perasaan sedih karena masa lalu, juga karena mengingat peristiwa masa lalu yang tidak mungkin kembali lagi merupakan suatu kelemahan yang akan menjadikan seseorang merasa terus terbelenggu dan hanya akan menjadikannya lemah dan tak berdaya.

Karena itulah, Rasulullah saw. melarang kita untuk menyesali hal-hal keduniaan yang terjadi pada masa lalu. Rasulullah juga melarang seseorang mengatakan, “Seandainya aku melakukan ini, niscaya...”

Rasulullah saw bersabda, “Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan, ‘Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begibi-begini. ‘Katakanlah, ‘Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi. ‘Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan.” (HR. Muslim)

Tidak menyesali masa lalu bukan berarti seseorang tidak bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu yang bermanfaat baginya. Maksud hadist Rasulullah saw. diatas adalah membimbing seorang muslim agar bersungguh-sungguh mengerjakan sesuatu yang bermanfaat baginya lalu meminta pertolongan Allah dalam berbagai hal. Hadist ini juga menjelaskan bahwa barangsiapa yang meminta pertolongan Allah, maka ia selamanya ia tidak akan menjadi lemah. Hadist ini memotivasikan seorang muslim agar percaya diri atas kesuksesan dengan menghilangkan rasa pesimis.

Akan tetapi, apabila Allah menakdirkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita, janganlah kita menyesal dan kecewa atas peristiwa itu hingga kita mengatakan, “Seandainya kemarin aku melakukan ini, dan tidak mengerjakan yang itu, niscaya akan baik hasilnya.

Perkataan seperti itu adalah perkataan orang yang lemah. Perkataan seperti itu akan menyebabkan seorang muslim mesara susah dan pesimis. Sifat semacam ini tidak akan mendorong seseorang menuju masa depan yang lebih baik, melainkan akan menjadikan seseorang muslim hanya berjalan di tempat.

Sosok muslim yang benar adalah sosok orang yang ridha dengan ketentuan dan takdir Allah swt. Jika terjadi sesuatu yang tidak ia sukai, ia mengatakan, “Semuanya telah menjadi takdir Allah, apa yang Allah kehendaki pasti terjadi.”

Seorang muslim memang seharusnya hidup dengan kesehariannya dan tidak merasa kecewa dengan kejadian-kejadian masa lalu. Menyesali peristiwa masa lalu pada saat sekarang, sama dengan membuang-buang waktu.

Oleh karena itu anggaplah hari ini merupakan seluruh hidup anda, kerjakanlah apa yang harus dikerjakan pada hari ini. Jangan melihat masa lalu yang akan membuat anda merasa bersedih, juga jangan melihat ke masa depan yang akan menjadikan anda cemas dan takut.

Nikmatilah hari ini dan jangan mengganggunya. Jangan sampai kita kehilangan indahnya hari ini dengan mencemaskan masa lalu yang suram. Merasa optimislah, barangkali Allah nanti akan membuat suatu hal yang berbeda.

Wallahu ‘Alam.