Showing posts with label Syair. Show all posts
Showing posts with label Syair. Show all posts

Menjaga Lisan










Jagalah lisanmu wahai manusia # Karena akibatnya lebih berbahaya daripada sengatan ular berbisa
Betapa banyak orang yang terbunuh lantaran lidahnya # Sehingga teman yang paling akrab pun menjadi berantakan karenanya

Allah telah memberikan nikmat kepada hambanya, salah taunya adalah lidah. Dengan lidah kita dapat berbicara. Namun kita harus berhati-hati dalam menggunakannya, karena dia dapat membawa kita kepada kesejahteraan dan kesengsaraan.

Lisan yang baik akan membawa kita kepada kemenangan didunia dan diakhirat. Maka dari itu belajarlah untuk menggunakan lidah untuk berbicara tentang kebaikan, keadilan, dan kesetaraan. Jangan saling menghina dan menghancurkan. Karena peperangan itu asal mulanya dari lisan yang kotor, sehingga membawaki dirinya dan orang lain kebana kebinasaan.

Wallahu ‘Alam.

6 Syarat Dalam Menuntut Ilmu

أَخِى لـَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُ نْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ : ذَكَاءٌ وَ حِرْصٌ وَ اجْتــِهَادٌ وَ دِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ

Wahai Saudaraku! Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara,akan aku berikan perincian kepadamu dengan jelas :

1. Kecerdasan
2. Ketamakan
3. Kesungguhan
4. Harta benda
5. Mempergauli Ustadz
6. Waktu yang panjang

Menuntut ilmu merupakan perkara yang wajib. Akan tetapi dalam menuntut ilmu kita harus mematuhi aturan dalam menuntut ilmu. Dalam menuntut llmu kita harus memiliki kecerdasan sehingga kita dapat mengerti apa yang diajari oleh guru. Dengan demikian ilmu yang kita tuntut akan menjadi berfaedah.

Ilmu akan dicapai dengan kesungguhan dan keseriusan serta diiringin dengan rasa ingin tahu yang sangat besar. Dengan demikian si penuntut ilmu akan memperoleh ilmu yang dia inginkan.

Namun dalam menuntut ilmu kita juga harus memiliki alat pendidikan sehingga kita akan mendapatkan ilmu dengan mudah. Karena tiada sempurna hasil dalam suatu bidang ilmu jika tidak dibantu dengan alat pendidikan.

Sebagai penuntut ilmu yang baik, hendaklah bersikap baik dan santun terhadap gurunya aga mendapat berkah, sehingga ilmu yang diperoleh akan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain dan ilmu tersebut akan sambung menyambung hingga hari kiamat.

Ilmu itu diperoleh dengan kesabaran, maka hendaklah bagi penuntut ilmu bersabar karena ilmu baru didapat dengan pembelajaran yang membutuhkan waktu yang lama.

Demikianlah syair Imam Syafi’i yang menjelaskan 6 perkara yang harus dimiliki oleh para penuntut ilmu.

Semoga dapat dipetik hikmahnya.

Wallahu ‘Alam

Antara Teman, Harta dan Musuh

إِنْ قَلَّ مَالىِ فَلاَ خِلٌّ يـُصَاحِبُنِى#
إِنْ زَادَ مَالىِ فَكُلُّ النَّاسِ خُلاَّ نىِ
فَكُلُّ عَدُوٍّ  لِأَجْلِ الْمَالِ صَاحَبَنِى#
وَكَمْ صَدِيـْقٍ لـِفَقْدِ الْمَالِ عَادَانىِ

Jika hartaku sedikit maka tiada seorang pun yang ingin bersahabat denganku # Jika hartaku bertambah banyak maka seluruh manusia akan bersahabat denganku
Maka betapa banyak musuh menjadi teman karena hartaku # Dan betapa banyak teman memusuhiku karena sedikitnya hartaku.



Syair diatas merupakan salah satu pepatah arab yang menerangkan kepada kita bahwasanya banyak diantara manusia yang hidup di dunia ini tidak mau berteman dengan orang yang miskin bahkan mereka akan memusuhinya dan menjadikannya hina serta memandang dengan sebelah mana. 

Akan tetapi ketika orang yang miskin tersebut telah menjadi kaya raya, maka orang-orang yang tadi memusuhinya sekarang telah berteman baik dengannya, menjadikannya sebagai teman yang paling akrab, bahkan ia pun akan memujinya melebihi dari apa yang ada pada dirinya. Padahal Rasulullah saw. Telah bersabda :


انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ، فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لا تَزْدَرُوا نِعَمَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ


Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka oleh sebab itu, bagi kita seorang muslim hendaklah kita mengasihi dan menyayangi orang yg memiliki kekurangan baik pada hartanya ataupun selainnya, janganlah kita meremehkannya, karena setiap seseorang pasti memiliki kelebihan dibalik kekurangannya.

Suatu pepatah mengatakan :

لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ


Jangan kamu menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.

Sebarkanlah kabar baik ini kepada teman-temanmu yang belum mengetahuinya agar mereka mendapat hikmah, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.


Aminn.....

Syair Aceh : Hikayat Prang Sabi

Subhanallah Wahdahu Wabihamdihi
Khalikul Badri Walaili Azza Wa Jalla
Ulon Pujoe Poe Sidroe Poe
Syukor Keu Rabbi Ya Aini
Keu Kamoe Neubri Beu Suci Atjeh Mulia

Tajak Prang Musoh
Beuruntoh Dum Sitree Nabi
Nyang Meu Ungki Keu Rabbi
Keu Poe Nyang Esa

Meusoe Hantem Prang
Chit Malang Ceulaka Tuboh Reugoe Roh
Syuruga Han Roh Reugoe Roh
Balah Neuraka

Seusoe Nyang Tem Prang
Chit Meunang Meutuah Tuboh
Syuruga That Roh Nyang Leusoh
Geubrie Keu Gata

Lindong Gata Sigala
Nyang Mujahidin Mursalin
Jeut-jeut Mukim Ikeulim
Atjeh Merdeka

Nyang Meubahgia Sijahtra
Syahid Dalam Prang
Allah Bri Pulang
Den Dayang Budiadari

Ho Ka Siwa Sirawa
Syahid Dalam Prang That Seunang
Geupeurab Rijang Peutamong Syuruga Tinggi

Budiadari Meuriti Geudong Geupandang
Geu Eu Cut Abang Jak Meuprang
Dalam Prang Sabil
Ho Ka Judo Rakan eu
Syahid Dalam Prang That Seunang
Geupeurab Rijang Peutamong Syuruga Tinggi


Hikayat Prang Sabi adalah sebuah syair Aceh yang dikarang oleh Tengku Chik Pante Kulu untuk membangkitkan semangat perjuang Aceh ketika penjajah Belanda.

Setiap akan terjadinya peperangan maka dilantunkanlah syair ini oleh para mujahidin Aceh untuk mengobarkan semangat juang ke seluruh masyarakat.

Syair ini diawali dengan puji-pujian kepada Allah Ta'ala Raja Seluruh alam,sehingga berlanjut kepada seruan Jihad Perang Sabil. Dalam Syair ini disebutkan bahwa salah satu pahala yang dapat diperoleh bagi para mujahidin yang syahid dalam Perang Sabil adalah akan bertemu dengan bidadari-bidadari Surga.

Kesungguhan Dalam Menuntut Ilmu

لَوْكَانَ نُوْرُ الْعِلْمَ يُدْرَكُ بِالْمُنَى#
مَاكَانَ يَبْقَى فِى الْبَرِيَّةِ جَاهِلٌ
إِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً#
فَنَدَامَةُ الْعُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ

Seandainya cahaya ilmu itu didapatkan dengan angan-angan#Niscaya tiadalah orang-orang yang bodoh itu berkekalan dibumi ini
Bersunggsuh-sungguhlah, janganlah engkau malas, dan janganlah pula engkau lalai#Karena penyesalan itu milik orang yang bermalas-malasan

Syair diatas merupakan buah fikiran dari hamba Allah yang mulia yang bernama Ath- Thugra, beliau menjelaskan bahwasanya ilmu itu ibarat cahaya yang tidak mungkin dapat diraih oleh orang-orang yang malas.

Demikian pula, tidak mungkin ilmu itu didapatkan dengan angan-angan yang tiada diiringi dengan usaha dan kesabaran.

Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang berhasil maka bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu karena keberhasilan itu harus dimulai dengan kesungguhan, kesabaran dan kerja keras serta diiringin dengan do’a kepada Allah untuk dimudahkan dalam mencapainya.

Kata pepatah arab:

مَنْ جَدَّ وَ جَدَ

Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia.

Maka bersungguh-sungguhlah jangan hanya bermimpi , karena mimpi hanyalah sebuah dongeng yang tiada arti apabila tiada diiringi dengan perbuatan...

Wallahu ‘alam...


Ilmu itu Ibarat Binatang Buruan

Imam Syafi'i Radhiallahu 'Anhu

Ilmu itu ibarat binatang buruan ,dan tulisan itu adalah pengikatnya # Ikatlah olehmu akan binatang buruanmu dengan tali yang kuat
Maka sebagian daripada sikap orang yang bodoh bahwa ketika ia berhasil menangkap seekor kijang # Namun ia meninggalkan kijangnya dialam yang bebas tanpa diikat.

Syair diatas merupakan buah fikiran dari pada seorang mujtahid mutlak yang bernama Muhammad Bin Idris ,atau lebih dikenal dengan nama Imam Syafi`i beliau mengungkapkan syair tersebut untuk mengkhabari bahwa pentingnya seseorang untuk menulis terhadap apa saja yang telah diperolehnya didalam bidang ilmu pengetahuan ,karena bahwa sesungguhnya ketika seseorang mendapatkan sebuah ilmu yang baru dan ia tiada mau menulisnya , maka pada suatu saat ia akan lupa ,dan pada saat itu hilanglah ilmu yang telah diperolehnya.....

LUPA merupakan kalimat yang tidak asing lagi bagi kita seorang manusia yang telah turun temurun dari sejak zaman dulu tak pernah luput dari sifat lupa , maka oleh sabab itu biasakanlah diri dengan gemar menulis agar kita dapat membuka kembali catatan kita pada saat kita lupa....... 

Ingat baik-baik syair ini dan beritahukan kepada teman-temannu agar ia gemar menulis , semoga Allah memberkati kita semua, Aminnnn.......