Showing posts with label Akhir Zaman. Show all posts
Showing posts with label Akhir Zaman. Show all posts

Akhir Zaman, Manusia Akan Dikepung Oleh Riba

Dari Abu Huraira ia berkata: Rasulullah saw. bersabda,

لَيَأْتِيَنّ علَى النّاسِ زَمَانٌ لاَ يَبْقَى أحَدٌ إلاّ أكَلَ الرّبَا، فَإنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ.

Benar-benar akan datang kepada suatu manusia yaitu suatu zaman dimana tak ada seorangpun diantara mereka kecuali memakan harta riba. Sekiranya ia tidak memakannya, setidaknya ia terkena debunya. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Al-Hakim. Perawi Al-Hasan tidak mendengar hadits ini dari Abu Huraira, sehingga sanad terputus)

Secara sederhana nubuwat Rasulullah saw. diatas dapat dilihat melalui fakta dan realita yang terjadi di ruang lingkup kehidupan kita pada saat ini, mengapa demikian? Karena semua bentuk muamalah yang dilakukan oleh umat dizaman ini semuanya menggunakan uang, padahal kita tahu bahwa uang merupakan alat tukar yang dibuat oleh bank yang asasnya adalah riba. Maka secara otomatis setiap orang akan sulit untuk menghindari riba, ia pasti akan terkena meski hanya debu-debunya. Baju yang kita gunakan, celana, sepatu, kaos, hingga alat-alat elektronik yang digunakan untuk bekerja, hingga kendaraan yang kita gunakan setiap hari. Semuanya itu diproduksi oleh perusahaan-perusahaan asing yang berhubungan dengan bank-bank konvensional yang menggunakan bahkan menciptakan prinsip riba. Barang-barang dan jasa yang kita butuhkan sehari-hari juga diproduksi oleh pabrik-pabrik yang bekerja sama dengan bank konvensional. Walaupun ada diantara mereka yang secara muamalah terbebas dari riba, namun tetap saja mereka masuk dalam lingkunngan debu-debu riba.

Hal itu sangat bersebrangan dengan apa yang terjadi di masa lalu. Di zaman Rasulullah saw. muamalah dilakukan dengan dirham dan dinar yang terbuat dari emas dan perak. Standar nilainya adalh berat logamnya, sehingga nilai jual belinya akan sama. Dan setiap orang mungkin dapat membuatnya sendiri jika memiliki bahan emas dan perak tersebut. Dalam kondisi seperti ini, perbuatan riba masih bisa dihindari, bahkan dihapuskan.

Akhir Zaman, Banyaknya Kematian Mendadak

Menjelang akhir zaman, manusia akan banyak menyaksikan perkara-perkara yang ajaib dan aneh yang perkara tersebut sebelumnya tak pernah atau jarang kita saksikan. Adapun salah satu dari perkara ajaib tersebut adalah kematian mendadak. Fenomena ini merupakan salah satu tanda kiamat, ia terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak secara tiba-tiba. Kematian mendadak sudah sering kita saksikan pada zaman ini. Orang yang sebelumnya sehat bugar, tiba-tiba ia mati mendadak. Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ مِنْ أَمَارَاتِ السَاعَةِ أَنْ يَظْهَرَ مَوْتَ الفَجْأَةٍ

Sungguh sebagian dari pada tanda-tanda kiamat adalah maraknya kematian secara mendadak (HR. Thabrani dalam Al-Wasath)

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kematian secara mendadak menjelang akhir zaman. Secara teori, ketika ilmu pengetahuan dan sains berkembang, maka ragam penyakit yang akan menimpa manusia juga akan semakin banyak. Penyakit stroke, jantung, hepatitis dan penyakit-penyakit berat lainnya. Hal ini juga dibenarkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) berdasarkan sebuah penelitian, setiap tahunnya banyak orang meninggal karena stroke dan serangan jantung, bahkan disebutkan kalau penyakit jantung menempati urutan pertama yang banyak menyebabkan kematian pada saat ini.

Faktor lain yang turut menyumbang fenomena ini adalah gaya hidup istan yang melahirkan pola kunsumsi tidak sehat. Makanan beracun yang dibungkus dengan kemasan menarik, dipajang secara apik dan diiklankan diberbagai media dengan bintang-bintang cantik, telah mendorong banyak orang untuk tidak lagi memiliki daya selektif terhadap pola makanan. Dengan racun tersebut maka Tubuh manusia akan rentan terkena berbagai penyakit pembunuh berkelas sehingga terjadilah yang namanya kematian mendadak.

Wallahu ‘Alam.

Akhir Zaman, Masjid Menjadi Tempat Rekreasi

Salah satu dari beberapa fenomena diakhir zaman yang juga telah diberitakan oleh Rasulullah saw. adalah ketika masjid-masjid yang seharusnya digunakan sebagai tempat ibadah justru dijadikan sebagai tempat rekreasi dan hanya dijadikan sebagai jalan untuk lewat. Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah saw. bersabda:

مِن أَشْرَاطِ السَّاعةِ أن تُتَّخَذَ المَسَاجِدُ ُطُرُقًاَ

Sesungguhnya salah satu dari pada tanda-tanda kiamat adalah ketika masjid-masjid dianggap sebagai jalanan.

Ketika masjid telah dihiasi dengan berbagai pernak-pernik yang membuatnya menjadi indah sedemikian rupa hingga membuat setiap orang yang memandangnya menjadi terkagum-kagum, maka secara perlahan peran dan fungsi masjid telah berpindah yang dulunya digunakan sebagai tempat ibadah, namun kini telah dijadikan sebagai tempat rekreasi.

Padahal Rasulullah beserta para sahabatnya telah menjadikan masjid sebagai tempat beribadah baik ibadah zahir maupun batin untuk mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah. Mereka juga mendatangi mejid untuk melampiaskan kerinduannya kepada Rabbnya dalam bentuk ruku’ dan sujud. Allah berfirman:

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّـهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ﴿٣٧
Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS. An-Nur : 37)

Hanya orang-orang yang beriman dan bertaqwalah yang mau memakmurkan mesjid dengan shalat dan zikir. Adapun selainnya mereka justru enggan untuk melakukannya. Maka, menjadi sangat wajar bagi orang yang jauh dari agama mereka itu datang kemesjid untuk berekreasi bahkan menjadikannya sebagai tempat hiburan. Kedatangan mereka layaknya seorang artis yang mengunjungi tempat hiburan. Meraka kagum ketika melihat mesjid yang indah, akan tetapi kekaguman tersebut tidak ditujukan kepada Allah yang telah memberikan kepada mereka berbagai kenikmatan, melainkan kekaguman tersebut ditujukan kepada arsitek dan perancang masjid tersebut. 

Wajar saja jika mereka sama sekali ridak terpikir untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat saat memasukinya. Akan tetapi mereka justru mengeluarkan kamera digitalnya untuk memotret seluruh ruangan masjid sambil berpose dibeberapa sudut masjid. 

Nauzubillahi min Dzalik.

Zina, Akibat Buruk Dan Bahayanya


Zina merupakan dosa yang sangat besar yang memberikan dampak buruk secara khusus bagi pelakunya maupun umat secara umum.


Dizaman seperti ini, dimana banyak sanara dan media yang cenderung menyeret ke arah perbuatan keji itu, maka perlu kiranya setiap orang mengetahui akan bahaya besar dan akibat yang ditimnulkan oleh dosa zina, supaya lebih berhati-hati dan waspada agar jangan sampai mendekatinya. Diantara akibat buruk dan bahaya zina adalah :
1. Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni minimnya agama si pelaju, tak adanya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa), buruknya kepribadian dan sekaligus tak adanya rasa cemburu.
2. Zina membunuh rasa malu, padahal dalam islam malu merupakan suatu hal yang sangat ditekankan dan malu merupakan perhiasan yang sangat indah, khususnya bagi wanita.
3. Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
4. Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
5. Membuat pelakunya selalu kekurangan (fakir) atau merasa demikian sehingga tidak pernah cukup atas apa yang diterimanya.
6.Bisa menghilangkan kehormatan pelakunya, sehingga jatuhlah martabatnya baik dihadapan Allah maupun dihadapan manusia.
7. Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para penzina. Apa yang ia temui dalam kehidupan selalu saja bertolak belakang dengan apa yang ia inginkan.
8. Zina menghilangkan harga diri seorang pemuda sehingga bisa merusak masa depannya, disamping meninggalkan aib yang berkepanjangan, bukan bagi pelakunya saja tetapi bagi seluruh keluarganya.
9. Perzinahan bisa menyebabkan tertularnya penyakit ganas seperti aids, siphilis (raja singa), dan GO (gonorho atau kencing nanah).
10. Perzinahan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat, yakni mereka semua dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar, bahkan terbuka terang-terangan.

Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan yaitu :
1. Hukuman mati secara buruk (rajam) bagi pezina muhsan (telah berkeluarga). Dan dijilid sebanyak seratus kali bagi pezina ghairi muhsan (belum berkeluarga) serta dikenakan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun dari daerahnya.
2. Allah secara khusus menyebutkan larangan untuk menaruh rasa iba kepda orang yang berzina.
3. Allah memerintahkan agar pelaksanaaan hukuman zina disaksikan oleh orang mukmin dengan maksud bisa menjadi pelajaran dan memberikan dampak positif bagi kemaslahatan umat.

Wallahu ‘Alam.

Harga Manusia Yang Semakin Rendah

Manusia itu diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang sangat mulia. Tetapi sekarang ini, harga manusia semakin rendah. Sehingga ada ungkapan. “Sekarang ini semuanya bertambah naik, kecuali manusia”. Apa sebabnya?

Sesungguhnya kehidupan adalah ujian. Jika lulus ujian, maka bertambah mulia manusia tersebut. Sebaliknya, jika tidak maka dia akan terjatuh ke tempat yang serendah-rendahnya. Disinilah Allah SWT. Memberikan bekal hikmah agar manusia mendapat bimbingan.

Allah berfirman :

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Lukman : 12)

Ada ulama yang mengatakan bahwa hikmah itu berarti tali kekang, yaitu tali kendali yang dipasang pada seekor kuda. Kalau kita menunggang kuda, maka kita akan memegang tali kekang itu, guna mengatur jalannya kuda. Demikianlah manusia, Allah telah memberikan kepadanya hikmah, agar manusia dapat mengatur kehidupannya sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Allah SWT. melaui Rasulnya dengan perantara Al-Qur’an dan Sunnah supaya kita menjadi mukmin yang bijaksana.

Namun jika pemberian itu tidak bisa kita tempatkan sebagaimana mestinya, tentu akan mengecewakan Sang Pemberi. Dan inilah penyebab utama harga diri manusia yang mulia itu, menjadi hancur dan dangat rendah. 

Wallahu 'Alam.

Tanda-Tanda Kiamat Menurut Hadist Nabi SAW.

Kiamat merupakan haru-hara yang besar yang akan terjadi pada akhir zaman nanti. Namun sebelum terjadinya kiamat akan terjadi beberapa tanda-tanda yaitu sebagai berikut :

1. Masjid akan dihias bagaikan istana.
Mesjid merupakan tempat ibadah bagi kaum muslimin yang dipergunakan untuk beribadah dan menuntut ilmu, tak salahnya juga kalau mesjid dihiasi dengan berbagai pernak-pernik. Akan tetapi banyak umat muslim pada zaman sekarang menghiasi mesjid dengan menghabiskan banyak uang dengan berbagai furnitur mewah. Namun orang yang sembanhyang dalam mesjid sangatlah minim.

2. Banyak orang yang tidak amanah 
Banyak orang dibumi ini sudah tidak lagi dapat dipercaya sehingga muncullah prasangka diantara seorang manusia dengan manusia lainnya sehingga dapat menyebabkan permusuhan. Bahka ada sebagian orang yang rela melakukan sumpah palsu untuk menyalahkan kebenaran dan membenarkan kesalahan. Na’uzubillahi min zalik

3. Banyak terjadi praktek riba. 
Kalau kita lihat dalam kenyataan yang telah terjadi di dunia ini. Banyak orang yang melakukan riba, walaupun ia tahu bahwa riba itu merupakan dosa yang sangat besar teatapi tetapsaja melakukkanya. Dunia ekonomi saat ini pun tidak dapat lagi melarikan diri darinya sebagai mana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad yang artinya :sampai tak seorang pun akan mampu melarikan diri dari riba

4. Hubungan seksual pranikah semakin meningkat. 
Dunia zaman sekarang telah banyak dipenuhi dengan berbagai perzinahan. Bahkan mereka menganggap hal seperti ini merupakan perkara yang biasa. Sehingga mereka tidak takut lagi kepada dosa. Misalnya di negara kita sendiri, seks pranikah semakin meningkat disini. Bahkan di negara-negara Muslim, hal-hal berbau pornografi juga semakin meningkat.

5. Orang paling tercela dan paling bodoh akan menjadi pemimpin. 
Jika kita telaah dengan seksama, maka banya dianta kita yang jadi pemimpin, namun ia tidak bisa memimpin rakyatnya, bahkan dirinya pun tak bisa dipimpim.

Demikianlah beberapa tanda-tanda kiamat yang akan terjadi sebelum datangnya kiamat besar. Maka oleh sebab hendaklah bagi kita menjaga diri kita dari perbuatan yang tercala. Mudah mudahan tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. 

Aminn...

10 Kawan dan Musuh Iblis

Iblis adalah maksluk ciptaan Allah yang kufur kepada-Nya sehingga Allah telah mengutuknya dan menghukumnya dengan azab neraka pada hari kiamat nati. Iblis juga merupakan musuh yang nyata bagi manusia, ia selalu berusaha untuk menjurumuskan kita kedalam panasnya api neraka. Iblis juga mempunya teman dan musuh.Siapa sajakah mereka?


Manusia yang menjadi kawan Iblis
Manusia yang Menjadi musuh Iblis

Sultan/Raja/Imam/Pemimpin yang Fasik
Nabi Muhammad Saw dan sahabat-sahabat beliau.

Orang kaya yang sombong.
Raja yang adil.
Para Penjual yang berdusta dalam berdagang.
Orang kaya yang tawadhu’.

Para peminum khamar/Arak
Pedagang yang jujur.

Para pengadu domba.
Orang alim yang khusyu’
Para pezina

Orang yang membawa Al-Qur’an dan selalu membacanya.
Para pemakan harta anak yatim

Orang yang bangun tengah malam untuk beribadah sedangkan manusia lain terlelat dalam    tidurnya.
Orang yang meringankan-ringankan shalat

Mukmin yang bermanfaat bagi mukmin lainnya.
Orang yang tidak mau membayar zakat.

Mukmin yang saling menasehati dan memperingatkan sesama mukmin lainnya.

Orang yang panjang angan-angannya.
Orang yang bertaubat dan Istiqamah dalam taubatnya.

Itulah orang-orang yang menjadi kawan dan musuhnya iblis. Maka digolongan manakah kita? Muda-mudahan kita termasuk dalam orang-orang yang dimusuhi Iblis dan sayng oleh Allah dan Rasul-Nya.

Aminn...

Akhir Zaman, Menuntut Ilmu Bukan Untuk Mencari Ridha Allah

Sebelum datangnya kiamat, segala kemaksiatan dan kerusakan akan menggerogoti bumi ini. Sedikit demi sedikit telah terjadi dimana-mana. Adapun salah satu tandanya ialah banyak orang-orang sangat semangat untuk mencari ilmu akan tetapi bukan karena keikhlasannya kepada Allah SWT tetapi hanya demi keinginan duniawinya saja. Padahal ilmu itu merupakan pemberian Allah yang seharusnya dicari dengan keikhlasan untuk menggapai ridha Allah SWT.

Menuntut ilmu pada dasarnya merupakan perintah Allah dan Rasulnya serta mengajarkannya adalah suatu ibadah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah, malaikat, penduduk langit dan bumi, bahkan hingga semut dalam lubangnya serta ikan di lautan, seluruhnya mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.”

Akhir zaman, akan muncul orang-orang yang mempelajari ilmu agama demi nafsu duniawinya agar menjadi populer bukan karena mencari ridha Allah, bahkan ada yang mengaku dirinya sebagai orang yang alim demi mempeloleh kekayaan dan kesenangan. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda, “Apabila harta rampasan perang (al-Fa’i) hanya dibagikan di kalangan orang-orang kaya dan apabila seseorang menuntut ilmu bukan karena agama,” (HR. Tirmidzi).

Kalau kita melihat disekeliling kita hal tersebut sudah terjadi sedikit demi sedikit, anyak teman kita yang tiada lagi mencari ilmu demi memperolah kasih sayang Allah. Mereka lebih mementingkan kepopuleran agar mendapat pujian orang banyak. Oleh sebab itu jauhilah perbuatan tersebut karena merupakan pekerjaan yang sia-sia. Sebab ilmu yang ia miliki tidak akan bermanfaar bagi dirinya sendiri.

Walllahu ‘alam



Akhir Zaman, Tradisi Umat Terdahulu Diikuti Kembali

Sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw. dunia ini penuh dengan kehinaan, manusia hidup dalam kemaksiatan, selalu membangkang terhadap perinta Allah dan Rasul-Nya. Adapun setelah diutusnya Nabi Muhammad saw. dunia ini pun berubah dari alam yang penuh kebiadaban ke alam yang penuh dengan keistimewaan. Akan tetapi ada satu hal yang harus kita ketahui bahwasanya di akhir zaman nanti akan banyak orang-orang yang akan mengikuti tradisi bangsa terdahulu (bangsa sebelum diutusnya Nabi Muhammad).

Salah satu penyebabnya ialah banyaknya kaum muslimin yang tidak lagi mengikuti jalan yang telah di wariskan oleh Rasulullah, banyak diantara mereka merinu kebiasaan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi.

Rasulullah telah memberitakannya kepada kita bahwasanya kelak akan ada sekelompok umat yang mengikuti umat Yahudi dan Nasrasi yang sesat menyesatkan baik dalam perilakau, kebiasaan serta gaya hidup yang jauh dari syariat Islam. Rasulullah saw bersabda, “Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga ada sekelompok umatku yang mengikuti umat sebelum mereka, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.” Lalu beliau ditanya, “Wahai Rasulullah apakah bangsa sebelum mereka itu adalah bangsa Persia dan Romawi?” Rasulullah menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka,” (HR. Bukhari).

Jika kita liat pada zaman ini, sungguh hal tersebut telah terjadi, dan sebagian lainnya pun pasti akan terjadi bahkan mungkin lebih buruk dari sebelumya. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta. Sehingga, apabila mereka memasuki lubang biawak pun, kalian pasti akan tetap mengikuti mereka.”.Para sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksud itu adalah kaum Yahudi dan kaum Nasrani?” Beliau pun menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Al-Qadhi ‘Iyadh menjelaskan bahwa kata jengkal, hasta dan lubang biawak adalah perumpamaan dari tindakan taklid dan meniru perilaku dan kebiasaan mereka.

Qadhi Iyadh Menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kata jengkal, hasta dan lubang biawak adalah perumpaan kelakukan manusia pada akhir zaman nanti, sungguh mereka akan mengikuti dan meniru perilaku kaum Yahudi dan Nasrani sehingga lama-kelamaan mereka akan terjerumus dalam kesesatan, bahkan ada diantara mereka yang keluar dari Islam.

Adapun mengikuti kepada orang-orang yahudi dalam keahlian dan keterampilan mereka yang ilmiah tidaklah dilarang, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti mengikuti gaya busana, kebiasaan, perilaku serta pergaulan mereka. Yang mencampur baurkan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram di dalam satu tempat, dll.









Akhir Zaman, Poligami yang Halal di Hujat, Zina yang Haram Dibiarkan !

Poligami adalah salah satu perbuatan yang dianjurkan di dalam agama Islam. Poligami juga merupakan suatu perbuatan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW., sehingga dapat dijadikan tuntunan bagi umat Islam, terutama bagi kaum laki-laki. Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh seorang laki-laki untuk melakukan poligami adalah:

1- Seorang laki-laki harus mampu berbuat adil
2- Aman dari kelalaian dalam urusan dunia dan akhirat
3- Mampu menjaga semua istrinya
4- Mampu memberi nafkah lahir dan bathin

Namun banyak masyarakat non muslim yang menentang poligami bahkan sebagian dari pada umat muslim pun juga menentang perbuatan tersebut yang konon katanya poligami itu dapat merugikan kaum wanita. Akan tetapi poligami itu bukanlah seperti yang mereka katakan. Para ulama zaman dahulu menyatakan bahwa poligami itu hukumnya sunnah bahkan Allah berfirman dalam surat

Akan tetapi saat ini kita sedang berada pada zaman dimana poligami yang halal dihujat dan zina yang haram dibiarkan seperti :

1. Dilakukannya lokalisasi untuk melakukan perzinahan
2. Ketika ada anak muda dan mudi yang melakukan nikah dini dianggang melanggar HAM serta dianggap tabu bahkan menjadi suatu aib, akan tetapi pergaulan bebas dianngap biasa, bahkan dianggap kolot kalau ada remaja yang belum pernah sekalipun berpacaran.
3. Para Ustaz yang melakukan poligami dimusuhi, dicemooh, dihina karena melakukan poligami
4. Orang tua membiarkan anaknya berpergian terhadap lawan jenis serta mengangapnya suatu hal yang sepele.

Namun apa boleh buat zaman telah berubah, agama telah di nomor duakan, ulama telah ditinggalan, maka oleh sebab itu bagi siapa saja yang masih memiliki iman didalam dada hendaknya menjauhkan diri dari pada segala maksiat agar kita selamat didunia dan akhirat, Aminn....