Showing posts with label Tashrif al-Izzi. Show all posts
Showing posts with label Tashrif al-Izzi. Show all posts

Tsulasi Mujarrad Wazan فَعُلَ - يَفْعُلُ

وَاِنْ كَانَ مَاضِيْهِ عَلَى وَزْنِ فَعُلَ مَضْمُوْمَ الْعَيْنِ فَمُضَارِعُهُ يَفْعُلُ بِضَمِّ اْلعَيْنِ نَحْوُ حَسُنَ يَحْسُنُ وَأَخَوَاتِهِ

Apabila fi'il madhinya berwazan فَعُلَ (Fa-'U-La) yang dizammahkan 'Ain fi'il nya, maka fi'il mudharinya itu berwazan يَفْعُلُ (Yaf-'U-Lu) dengan dizammahkan pada 'Ain fi'ilnya contohnya seperti:

حَسُنَ-يَحْسُنُ (Ha-Su-Na) - (Yah-Su-Nu) dan saudara saudaranya.




Tsulasi Mujarrad Wazan فَعِلَ-يَفْعَلُ

وَإِنْ كَانَ مَاضِيْهِ عَلَى وَزْنِ فَعِلَ مَكْسُوْرَ اْلعَيْنِ فَمُضَارِعُهُ يَفْعَلُ بِفَتْحِ اْلعَيْنِ نَحْوُ عَلِمَ يَعْلَمُ إِلاَّ مَا شَذَّ مِنْ نَحْوِ حَسِبَ يَحْسِبُ وَأَخَوَاتِهِ.

Jika fi’il madhinya berwazan فَعِلَ (Fa-‘I-La) yang dikasrahkan huruf ‘Ain fi’il nya, maka fi’il mudhari’nya itu berwazan يَفْعَلُ (Yaf-‘A-Lu) dengan fathah ‘Ain fi’il nya.
Contohnya : عَلِمَ-يَعْلَمُ (‘A-Li-Ma, Ya’-La-Mu).

Kecuali fi’il yang syaz contohnya : حَسَبَ-يَحْسِبُ (Ha-Si-Ba, Yah-Si-Bu) dan saudara-saudaranya.





Tsulasi Mujarrad Wazan فَعَلَ - يَفْعَلُ

وَيَجِيْءُ عَلَى وَزْنِ يَفْعَلُ بِفَتْحِ الْعَيْنِ إِذَا كَانَ عَيْنُ فِعْلِهِ أَوْ لاَمُهُ حَرْفاً مِنْ حُرُوْفِ الْحَلْقِ وَهِيَ سِتَّةٌ الهَمْزَةُ وَاْلهاَءُ وَاْلعَيْنُ وَاْلحاَءُ وَاْلغَيْنُ وَاْلخاَءُ نَحْوُ سَأَلَ يَسْأَلُ وَمَنَعَ يَمْنَعُ وَأَبىَ يَأْبىَ شَاذٌّ.

(Fi'il madhi tsulatsi mujarrad yg ‘Ain fi’ilnya berharakat Fathah) juga dapat mendatangkan fi’il mudhari dengan wazan يَفْعَلُ (Yaf-‘A-Lu) dengan fathah ‘Ain Fi’ilnya. Difathahkan ‘Ain fi’ilnya apabila adalah ‘Ain fi’il nya atau lam fi’ilnya itu dari pada huruh Halaq. Yaitu : ء – هـ – ع – ح – غ – خ (Hamzah, Ha’, ‘Ain, Ha, Ghain, Kha).


Contoh :
سَأَلَ- يَسْأَلُ (Sa-A-LA - Yas-A-Lu)
مَنَعَ يَمْنَعُ (MaNa-’A – Yam-Na-’U)

Sedangkan contoh أَبىَ يَأْبىَ (A-Baa Ya`-Baa) adalah syadz.



Fi'il madhi yang berwazan فَعَلَ dapat mendatangkan fi'il mudhari dengan wazan يَفْعَلُ (fatah ‘ain fi’il nya) dengan syarat bahwa huruf fa fi’il dan huruf lam fi’il harus berasal dari pada huruf Halaq.

Tsulasi Mujarrad Wazan فَعَلَ - يَفْعِلُ dan فَعَلَ - يَفْعُلُ

أَمَّا الثُّلاَثِيُّ الْمُجَرَّدُ فَإِنْ كَانَ مَاضِيْهِ عَلَى وَزْنِ فَعَلَ مَفْتُوْحَ الْعَيْنِ فَمُضَارِعُهُ يَفْعُلُ أَوْ يَفْعِلُ بِضَمِّ الْعَيْنِ أَوْ كَسْرِهَا نَحْوُ نَصَرَ يَنْصُرُ وَضَرَبَ يَضْرِبُ
Adapun Fi’il Tsulasi Mujarrad apabila bentuk fi’il madhinya berwazan Fa-‘A-La ( فَعَلَ ) yang huruf ‘ain nya itu difatahkan. Maka pada bentuk fi'il mudhari’nya itu berbentuk wazan Yaf-‘U-Lu ( يَفْعُل )atau Yaf-‘I-Lu ( يَفْعِل ) dengan baris ‘ainnya itu didhammahkan atau di kasrahkan.

Contohnya : نَصَرَ يَنْصُرُ dan ضَرَبَ يَضْرِبُ


Ketika kita menjumpai sebuah fiil madhi yang berwazan فَعَلَ maka sudah pasti bentuk fi'il mudhari’nya itu berwazan يَفْعُل atau يَفْعِل bukan selain keduanya, dengan syarat apabila 'ain fi'il dan lam fi'il nya itu bukan berasal dari huruf halaq.



Pengertian Fi'il Salim


. وَنَعْنِيْ بِالسَّالِمِ مَا سَلِمَتْ حُرُوْفُهُ اْلاَصْلِيَّةُ الَّتِيْ تُقَابَلُ بِالْفَاءِ وَالْعَيْنِ وَالاَّمِ مِنْ حُرُوْفِ الْعِلَّةِ وَالْهَمْزَةِ وَالـتَّضْعِيْفِ.


Dan menurut kami makna salim ialah fi’il yang asalnya terdiri dari huruf fa, `ain, dan lam, seta selamat dari huruf illat, hamzah, dan tadh`if.

Menurut ulama sarat yang dimaksud dengan fi’il salim ialah fi’il yang tidak terdapat didalamnya huruf illah ( alif, waw, dan ya) dan dalam fi’il itu pula tidak ada huruf hamzah, serta didalam fi’il itu juga tidak ada huruf tadh`if (yang huruh yang digandakan atau huruf yang ditasyididkan).



Pembagian Fi'il

.ثُمَّ الْفِعْلُ اِمَّا ثُلاَثِيٌّ وَاِمَّا رُباَعِيٌّ وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا اِمَّا مُجَرَّدٌ أَوْ مَزِيْدٌ فِيْهِ وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهَا إِمَّا سَالِمٌ أَوْ غَيْرُ سَالِمٍ

Kemudiam fi’il itu ada yang berbentuk tsulasi (fi’il yang terdiri atas tiga huruf) dan ada yang berbentuk ruba’i (fi’il yang terdiri atas empat huruf) dan tiap-tiap dari kedua fi’il tersebut (tsulasi dan ruba’i) ada yang berbentuk mujarrad atau mazid, dan tiap-tiap salah satu dari semua fiil tersebut ada yng berbentuk salim dan ghairu salim. 

Fi’il dalam bahasa arab terbagi atas dua macam yaitu:
1. Tsulasi. Yaitu fi’il yang asalnya terdiri dari tiga huruf
2. Ruba’il. Yaitu fi’il yang asalnya terdiri dari empat huruf

Dan tiap-tiap dari kedua macam fi’il itu ada yang berbentuk mujarrad dan ada yang berbentuk mazid. Mujarrad ialah fi’il yang masih dalam bentuk asal. Sedangkan mazid ialah fi’il mujarrad yang telah ditambah dengan huruf mazid, sehingga jadilah ia fi’il mazid.

Pengertian Tasrif

اِعْلَمْ اَنَّ التَّصْرِيْفَ فِي اللُّغَةِ التَّغْيِيْرُ وَفِي الصِّنَاعَةِ تَحْوِيْلُ اْلأَصْلِ الْوَاحِدِ إِلَى أَمْثِلَةٍ مُخْتَلِفَةٍ لِمَعَانٍ مَقْصُوْدَةٍ لاَ تَحْصُلُ اِلاَّ بِهَا


Artinya:
Ketahuilah olehmu bahwasanya tasrif menurut bahasa artinya perubahan. 
Sedangkan menurut Istilah tasrif ialah mengubah asal (kata) yang satu kepada bentuk bentuk (kata) yang berbeda-beda supaya dapat menghasilkan maksud yang diharapkan, yang maksud tersebut tidak akan didapatkan kecuali dengan cara demikian ( tasrif ).


Jadi yang dimaksud dengan tasrif ialah perubahan suatu kata menjadi bentuk-bentuk kata yang lain sehingga menghasilkan makna yang berbeda sesuai dengan apa yang diinginkan.