Showing posts with label Talbis Iblis. Show all posts
Showing posts with label Talbis Iblis. Show all posts

Perangkap Iblis Terhadap Ahli Ibadah

Ketahuilah bahwa pintu terbebar yang dimasuki Iblis untuk menggoda manusia adalah kebodohan. Dengan aman, Iblis memasuki pintu tersebut untuk menggoda orang-orang bodoh. Adapun orang-orang yang berilmu, Iblis tidak bisa masuk kepadanya kecuali dengan mencuri kesempatan. Iblis menebar perangkapnya terhadap mayoritas ahli ibadah yang sedikit ilmunya, karena kebanyakan mereka hanya sibuk beribadah tanpa mengetahui ilmunya.

Rabi’ bin Husain berkata, “Pelajarilah ilmu, barulah kau ber-uzlah untuk beribadah.”

Perangkap pertama yang dilakukan Iblis terhadap mereka adalah menjadikan mereka lebih mengutamakan ibadah daripada ilmu, padahal ilmu itu lebih utama daripada ibadah sunnah. Iblis memperlihatkan kepada mereka bahwa tujuan ilmu adalah amal. Sehingga mereka mereka memahami bahwa amalan itu hanyalah amal anggota badan. Mereka tidak tahu bahwa amalan itu adalah amalan hati dan amalan hati itu lebih utama dari pada amalan anggota tubuh.

Mutharrif bin Abdullah berkata, “Keutamaan ilmu itu lebih baik dari pada keutamaan ibadah”.
Yusuf bin Asbath berkata, “Satu bab ilmu yang kamu pelajari itu lebih baik dari pada tujuh puluh kali perang”
Al-Mu’afi bin Imran berkata, “Menulis satu hadist lebih aku sukai dari pada shalat semalam suntuk”.

Tatkala perangkap itu sudah tertanam, mereka lebih mengutamakan praktik ibadah fisik dari pada ilmu. Iblis pun merajalela dengan berbagai perangkapnya dalam berbagai bentuk ibadah.

Maka tuntutlah ilmu sebelum melakukan ibadah karena ibadah tampa ilmu adalah bagaikan tulisan yang tak bisa dibaca.

Wallahu ‘Alam

Perangkap Iblis Dalam Wudhu

Kebanyakan dari pada kalangan ahli ibadah ada yang terkena talbis lblis dalam masalah niat berwudu.

Dia mengatakan, “Aku berwudhu karena hendak menghilangkan hadas”.
Kemudia dia berkata lagi, “Aku berwudhu untuk menunaikan shalat”.
Kemudia dia mengulanginya lagi perkataannya, “Aku berwudhu karena hendak menghilangkan hadas”

Penyebab talbis (perangkap) ini adalah ketidaktahuan seseorang terhadap aturan syar’i. Niat itu dengan hati, tidak dengan pelafazan dengan lisan. Membebani diri dengan melafazhkan niat adalah perkara yang tidak diperlukan. Maka tiada artinya (manfaat) pengulangan lafaz itu.


Adapun kektika hendak berwudhu, banyak diantara umat islam yang terkena talbis Iblis dalam memandang air yang digunakan untuk berwudhu.

Dia berkata, “Bagaimana aku tahu bahwa air itu suci?” Lantas dia membayangkan berbagai macam kemungkinan yang hampir mustahil. Padahal sebenarnya fatwa syar’i sudah cukup baginya, yakni air itu hukum asalnya suci, sedang hukum asal itu tidak dapat dihilangkan hanya dengan sebab kemungkinan.

Adapun ketika berwudhu, banyak dari kalangan umat islam ada yang dikenai talbis Iblis dengan terlalu banyak menggunakan air. Tindakan ini dapat mengakibatkan 3 perkara makruh, yaitu :
1. Berlebih-lebihan dalam penggunaan air
2. Menyia-nyiakan umur untuk mengerjakan sesuatu yang tidak wajib dan tidak pula sunnah
3. Bertentangan dengan syariat karena tidak puas dengan sesuatu yang sudah cukup (membasuh lebih dari 3 kali)


Kadang-kadang tindakan itu menyebabkan wudhu memakan waktu sekian lama, sehingga terlewatkan waktu shalat, atau paling tidak terlewatkan dari awal waktu yang merupakan keutamaan, atau tetinggal dari shalat berjamaah.